Sabtu, 03 Oktober 2009

Mereka? Aku!

Mereka punya pandangan
mereka punya tujuan

Mereka beri saran
mereka bagi pengalaman

Mereka mau berbagi
mereka masih ber-hati

Tetapi :

Mereka hanya tahu dari luar
mereka tak tahu secara benar

Mereka tak tahu secara personal
mereka hanya tahu secara universal

Lalu ?

Mereka bukan penentu
mereka bukan pelaku

Aku !

Selasa, 01 September 2009

Melihat sebuah kesempatan

Sebagai warga negara yang baik :) , pukul 10.00 WIB tadi saya pergi ke samsat untuk mengurus pajak kendaraan bermotor (orang bijak taat pajak). Dan inilah untuk pertama kalinya motor yang sudah aku tunggangi hingga 5 tahun mengganti plat. Tidak seperti pada pajak tahunan yang hanya memasukkan fotokopi bpkb, ktp, stnk pada salah satu loket dan kemudian menunggu panggilan selanjutnya. Pada pembayaran kali ini ternyata harus melalui beberapa prosedur tambahan yaitu cek fisik kendaraan, dan pembelian formulir.

Bukan masalah bagaimana prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor yang akan saya bicarakan disini, tetapi saya melihat ada sebuah pelajaran yang patut dijadikan bahan renungan kita bersama. Namun sebelumnya saya akan bercerita sedikit mulai dari awal hingga akhir proses pembayaran yang saya alami tadi.

Pertama, setelah masuk diarea kantor dan memarkirkan kendaraan, ada orang yang mendatangi menawarkan jasa untuk membayarkan pajak.

Kedua, untuk melakukan proses pembayaran pajak, syaratnya yaitu mencantumkan fotokopi bpkb, ktp, dan stnk. Ternyata ada penyedia fotokopi disekitar kantor, dan bisa dibilang pembayarannya sedikit melebihi harga normal. Tadi saya membayar 1000 rupiah untuk 2 lembar kertas, bisa dibayangkan berapa kali lipat dari harga fotokopi normal.

Ketiga, cek fisik kendaraan. Ternyata ada jasa pengerikan (no fisik kendaraan dicap pada formulir). Biaya yang dibebankan adalah 5000 rupiah.

Keempat, pembelian formulir. Saya melihat isian begitu banyaknya, hingga bingung mau mengisi yang mana, dan diisi apa. Eh...disamping saya ternyata ada pula yang menawarkan jasa pengisian formulir dan membayar seikhlasnya, katanya. Sayapun menyetujuinya dan memberikannya pada penjual jasa penulisan. Ternyata yang diisi tidak semua, mungkin hanya sekitar 10 isian dari sekitar 50 isian (saya memberikan 3000 rupiah untuk jasa ini).

Kelima, setelah pembayaran selesai, ada pula yang menawarkan plastik tipis stnk dengan harga 1000 rupiah.

Keenam (hampir kelupaan ne...), parkir. 1000 rupiah untuk jasa ini.

Nah dari sedikit cerita diatas, bukan berapa rupiah yang saya berikan kepada mereka, namun bagaimana kita melihat peluang atau kesempatan yang ada. Mereka yang (maaf) notabene tidak menempuh pendidikan yang tinggi ternyata sanggup melihat sebuah kesempatan sebagai 'ladang' yang menghasilkan. Lalu bagaimana dengan kita orang-orang yang telah menempuh pendidikan yang lebih tinggi dengan menyandang gelar kesarjanaan. Seringkali kita hanya menjadikan diri kita sebagai 'kuli', yang hanya melakukan jika ada suatu perintah tanpa ada kreasi yang muncul dari dalam diri. Mari kita (saya juga tentu saja) belajar untuk meng-create produk dari pengetahuan yang telah kita dapatkan, melihat sebuah kesempatan sebagai peluang, mengexplore kemampuan yang ada dan bukan mengeksploitasi, dan tentu saja menghasilkan produk yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain.

Kamis, 27 Agustus 2009

Mimpi yang luar biasa

Mimpi, dalam ungkapan yang sering didengar sebagai buah tidur. Buah kadang berasa manis, tapi juga ada yang asem, bahkan pahit, demikian pula mimpi.
Beberapa waktu yang lalu saya pernah bermimpi, dan mimpi itu membuat saya terkagum "kenapa saya bisa sampai bermimpi seperti itu". Yah sederhana tapi mengandung makna yang tidak sederhana. Menggambarkan sesuatu yang luar biasa.
Masih teringat kalau saya bermimpi mampu bertutur kata dengan kalimat-kalimat yang "seperti seorang pakar", dengan bahasa yang sulit dibayangkan secara nyata. Tidak bisa dibayangkan betapa luar biasanya otak kita mampu menampung berbagai macam pengetahuan yang kita terima dalam kehidupan, baik secara sadar maupun tanpa disadari.
Nah kalau direnungkan sebenarnya manusia mempunyai potensi yang luar biasa (bisa dilihat dari penggambaran mimpi yang saya alami). Bahkan bisa terjadi lebih dari itu dan tergantung dari potensi dari si pemimpi.
Selanjutnya tergantung bagaimana kita mengelola potensi yang kita miliki, bagaimana kita memberdayakannya menjadi lebih 'berguna'.
Mari melihat mimpi sebagai 'sesuatu' yang membangun, untuk diri sendiri, maupun sesama. Dengan bertindak secara nyata, tentu saja.

Rabu, 15 Juli 2009

Mengapa kebahagiaan dicari???

Kebahagiaan adalah sesuatu yang didambakan oleh semua orang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), bahagia berarti keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan).
Dalam mencari 'bahagia' orang melakukan banyak cara untuk mendapatkannya. Ia pikir dengan 'mencari' maka kebahagiaan itu akan didapat. Entah kebahagiaan bagi dirinya sendiri maupun kebahagiaan yang orang lain jugapun merasakannya.
Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sebuah artikel yang cukup menarik, dan pada intinya artikel tersebut menyebutkan bahwa "Happy life is a string of happy moments."
Aku terkagum dan merenungkannya. Sungguh benar bahwa kebahagiaan itu ada pada saat ini juga. Ketika kita mau mensyukuri dan menikmati segala berkat yang ada pada saat ini, itulah saat ketika mendapatkan suatu kebahagiaan. Kenapa harus mencari sebuah kebahagiaan tanpa merasakan kebahagiaan itu saat ini juga.
Mari berbahagia...

Selasa, 30 Juni 2009

Digebyur

Gebyur dalam istilah jawa berarti di siram dengan air.
Hmmm.... Tak kuduga, tak kukira jika beberapa hari yang lalu digebyur. Peristiwa yang mengagetkan ketika sesuatu diluar sepengetahuan terjadi.
Itu adalah suatu bentuk 'ikut merasakan' terhadap orang yang dikasihi :)
Kadang kita harus mencoba untuk mengkaji lebih dalam maksud dan tujuan mereka melakukan hal yang diluar 'normal'. Salah-salah malah bisa terjadi permasalahan diluar skenario mereka. Maksud dan tujuan baik tapi malah direspon dengan yang 'tidak baik'. Wajar..lumrah memang kalau itu bisa terjadi. Tapi satu hal yang perlu diperhatikan lebih dalam adalah 'mereka mengasihi kita'.
Terima kasih karena turut berbahagia... Terima kasih atas perhatian kalian teman-teman, mas-mas, mbak-mbak... Terima kasih..

Minggu, 28 Juni 2009

Wisuda

Saat yang paling dinanti oleh seorang mahasiswa (dan tentunya orang tua) adalah wisuda. Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas.
Tanggal 27 Juni 2009, UKDW mengadakan wisuda sarjana dan pasca sarjana.
Selamat bagi wisudawan/i!!!
Selamat menempuh dunia baru...dunia yang sesungguhnya...
Inilah titik awal . . .

Senin, 08 Juni 2009

Satu peristiwa banyak hal

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Jumat, saya mendengar informasi bahwa saudara sepupu saya mengalami kecelakaan. Informasi yang membuat saya terkejut, seakan tidak percaya. Sayapun bertanya pada beberapa orang, apakah informasi itu benar. Dan memang benar. Saya pun bergegas untuk menuju rumah sakit, dimana saudaraku di rawat.
Akhirnya sampai di rumah sakit X. Ku tanya ke penjaga, ruang saudaraku dirawat. Lalu ditunjukkannya ruang xxxx lantai 3. Disana tak kutemui warga ataupun keluarga yang disana. Tetap ku menunggu disana hampir satu jam tanpa kepastian... Lalu saya ditelfon rekan satu kampung, bahwa saudaraku telah dipindahkan di rumah sakit Y. Lalu sayapun bergegas kesana.
Tiba disana saya pun disambut dengan pertanyaan yang tidak saya duga sebelumnya.. "Darahmu apa?", kujawab B, "Ayo ikut, butuh darah B". Tanpa pikir panjang sayapun menganggukkan kepala, menyetujui untuk diambil darah. Saat itu dibutuhkan tujuh orang untuk diambil darahnya. Dan akhirnya darah yang dibutuhkan terpenuhi, lalu dioperasi. Empat jam operasi berlangsung, setelah selesai lalu masuk ruang ICU dengan kondisi yang masih tidak sadar.
Semoga kondisi saudaraku dapat pulih, dan beraktifitas kembali seperti biasa, berkehidupan dengan luar biasa.

Ada banyak hal yang dapat saya maknai dari peristiwa tersebut:
  • Kejelasan informasi. Informasi yang tidak jelas menjadikan orang melakukan sesuatu tanpa kejelasan pula. Jadi usahakan agar kita menyediakan dan mencari informasi yang jelas, agar seseorang yang membutuhkan informasi akan terbantu dari apa yang kita berikan.
  • Kita tidak tahu apa yang akan terjadi akan kehidupan di depan kita, meskipun itu hanya sepersekian detik dari saat ini. Tomorrow is a mystery. Yang hanya dapat kita lakukan adalah menyiapkan dengan 'baik' kehidupan kita saat ini.
  • Keyakinan. Beberapa minggu yang lalu saya pernah diminta untuk mendonorkan darah kepada seseorang. Permintaan itu saya terima dengan setengah hati, karena takut ini, takut itu, takut... Oleh ketakutan itulah saya tidak jadi mendonorkan darah karena fisik saya menjadi lemah, hingga saya merasa mual, lemas, berkeringat dingin, dan bahkan untuk berdiripun tidak sanggup. Namun kemarin ketika saya meng-iya-kan tanpa setengah hati, dengan penuh keyakinan akhirnya apa yang ditakutkan itu 'hilang'. Perlu direnungkan bahwa apapun yang kita lakukan dengan sepenuh hati, dengan penuh keyakinan, pasti akan terwujud.

Sabtu, 30 Mei 2009

Yudisium

Yudisium adalah suatu keputusan dimana seorang mahasiswa dinyatakan telah memenuhi berbagai macam persyaratan akademik dan administratif yang diwajibkan sehingga secara sah dinyatakan LULUS dan berhak memperoleh gelar kesarjanaan strata-1. Tanggal yudisium dapat dinyatakan sebagai tanggal resmi seorang mahasiswa dinyatakan lulus.
Tanggal 27 Mei 2009, yudisium TI UKDW, dan secara resmi dinyatakan lulus, dan berhak menyandang gelar Sarjana Komputer.
Selamat bagi rekan-rekan semua yang telah lulus, dan selamat menjalani dunia yang sesungguhnya. Siap bertarung dengan bekal yang sudah dimiliki selama kuliah. Gunakan ilmu yang sudah didapatkan untuk menopang kehidupan yang lebih baik.
SELAMAT!!!

Sabtu, 16 Mei 2009

Akhir kuliah

Setelah melewati masa panjang selama berkuliah, pada akhirnya tanggal 24 April 2009 yang lalu saya menjalani masa penentuan dimana itulah saat-saat akhir dalam masa kuliah. Ya pendadaran... Dalam waktu satu setengah jam berada diruangan bersama empat dosen penguji, saya merepresentasikan apa yang telah saya buat selama dua semester.
Selama dua semester itu saya diarahkan oleh dua dosen pembimbing. Nasehat, saran, bimbingan yang akhirnya membuat diriku semakin bersemangat untuk dapat menyelesaikannya. Tidak hanya dalam aspek edukasi saja tetapi ternyata bimbingan moral yang membuat diriku semakin terpacu. SEMANGAT!!!SEMANGAT!!!SEMANGAT!!! kata yang sering ku dengar dari dosen pembimbingI (NAH). Yah...motivasi yang membuat diriku semakin yakin bahwa saya sanggup menyelesaikannya...
Akhirnya terselesaikan juga.. Tiba saatnya pukul 14.00 WIB tanggal 24 April 2009, yang kata orang moment paling 'mengerikan', pendadaran.. Masuk ruangan - persiapan viewer - dosen datang - berdoa - presentasi teori - demo program - tanya jawab - keluar ruangan - masuk ruangan lagi - pengumuman kelulusan dan revisi - ucapan selamat - selesai keluar ruangan dengan senyuman. Ya..kujalani moment tersebut dengan mengalir saja. Anggapan orang bahwa itu 'mengerikan' ternyata salah...seperti presentasi ketika ada tugas kuliah pada umumnya.
Dari pengalaman yang saya alami, saya mau berbagi bahwa sebenarnya yang menyebabkan 'mengerikan' itu adalah dari diri sendiri. Ketakutan, kekhawatiran, kebimbangan, ketidakpercayadirian, dsb adalah faktor penghambat utama, jadi coba hilangkan itu semua dari diri kita. Dengan syarat bahwa apa yang akan kita lakukan sudah dipersiapkan secara matang sebelumnya, baik fisik maupun psikis, dan yang lebih penting lagi adalah mengerti dan memahami apa yang kita kerjakan.

Jumat, 08 Mei 2009

Full day

Huuffff....
Minggu yang penuh aktifitas....
Tenaga terkuras, meskipun aktifitas yang dilakukan tidak memakan banyak tenaga....
Hingga pada akhirnya, aku flu...
Ku beli obat, ternyata hari itu aku belum juga sembuh. Ku berencana berobat saja di poliklinik kampus, gratis gitu loh (eitss udah bayar ama uang semester ding).... Berharap sakitku sembuh.
Namun, istirahatlah obat yang paling mujarab, pikirku.
Sempat terbesit dalam pikiran, bagaimana ketika aku bekerja nanti... Pastinya satu hari penuh dihabiskan ditempat kerja...belum lagi kalau ada aktifitas lain diluar pekerjaan, bisakah membagi waktuku...
Sekali lagi masalah waktu... begitu kompleks... huffff.....

Minggu, 19 April 2009

Kekalahan dari dalam

Sugesti berarti suatu proses psikologi dimana seseorang bisa atau mampu untuk mengarahkan pikiran, perasaan dan tingkah laku orang lain (Wikipedia). Sugesti mempengaruhi seseorang sehingga menerima pikiran dan keyakinan tanpa bersikap kritis. Sugesti dapat membawa dampak positif namun juga membawa dampak yang negatif. Berdampak positif ketika sugesti dapat merubah seseorang menjadi lebih baik, berdampak negatif ketika merubah menjadi sesuatu yang tidak baik.
Beberapa waktu yang lalu saya mengalami sesuatu yang menyebabkan kekalahan fisik pada diri saya. Entah apakah itu yang disebut sugesti atau bukan, yang pasti kekalahan tersebut berasal dari dalam diri sendiri, ketakutan yang berlebihan disertai pikiran yang menjatuhkan. Kondisi fisik tiba-tiba saja menjadi lemah, keringat dingin keluar, wajah pucat, dan kaki tak berdaya menopang tubuh. Sungguh peristiwa yang saya sendiri pun tidak mengerti, mengapa hal itu bisa terjadi.
Belajar dari hal tersebut, ternyata sumber kekalahan adalah dari diri sendiri. Kekalahan dari dalam lebih kuat daripada faktor-faktor lain dari luar. Keadaan diri sendirilah yang menentukan segalanya, tidak hanya aspek fisik saja tetapi menyangkut banyak aspek. Kepercayaan diri, keyakinan diri, menjadi faktor penentu sebelum adanya faktor-faktor lain. Keadaan itulah yang membawa kita untuk semakin menghargai akan kemampuan kita.
Kalau diri sendiri mau mengakui bahwa 'saya bisa', maka itulah awal dimana kekuatan itu ada. Kekuatan adalah berawal dari diri sendiri.

Senin, 13 April 2009

Kok manual

Proses manual ('bekerja menggunakan tangan, atau tanpa menggunakan mesin atau elektronik untuk menjalankan fungsinya') harus menjadi pilihan ketika proses yang biasanya dilakukan tidak dapat digunakan karena adanya suatu masalah. Hal ini pula saya alami ketika sistem yang lazim digunakan secara komputerisasi harus diubah ke cara konvensional. Waktu dan tenaga ekstra harus dikeluarkan, bahkan aktifitas lain yang biasa dilakukanpun harus ditinggalkan. Ternyata dari pengalaman yang terjadi, sesuatu yang secara lazim digunakan (menggunakan mesin) tidaklah menjadi 'senjata' yang ampuh untuk mengatasi berbagai masalah, masih ada unsur-unsur yang perlu dipertimbangkan ketika mengalami kondisi dan situasi tertentu. Hal yang tentunya diperhatikan adalah mempersiapkan beberapa alternatif solusi ketika masalah menghadang, baik dari sistemnya itu sendiri maupun dari sisi manusianya.

Selasa, 31 Maret 2009

Malam cinta

Malam ini
dalam kesepianku...
tak ada yang mengisi hati
seakan diriku ini mati

Duduk diam merenung
hingga pikiranku membumbung
mengapakah ku selalu bingung
apakah hanya ingin disanjung?

Kucoba cari jawaban
apa yang selama ini menjadi beban
dan...
ah...apakah hanya khayalan...
bukan...
ini kenyataan...
apakah gerangan??

Naluri berkata
tapi mulut diam seribu bahasa
tak berani berkata apa

Cinta...
dimanakah ia...
adakah yang mengisi hatiku yang hampa
berharap...
agar ia ada untuk selamanya


===
::koleksi lama (27072006)

Senin, 30 Maret 2009

Euahh.....

Lemes...males...
kenapalah aku...
meskipun tak selalu apes
tetap merasa kurang aku

Tak semua berubah
tatkala badanku rebah
kupikir hidup indah
kenyataannya menurun malah

Tapi kenapa aku bisa
itu hal yang luar biasa
berkerjakah padaku Ia?
kupikir iya

Ia tetap berkarya untuk aku
meskipun denganNya menjauh aku
malu aku rasanya
tatkala aku terus jauh padaNya

Kuubah ingin
menerbangkan jauh dengan kencangnya angin

Padanya kuserahkan
dan Ia memberi kekuatan

Akan kuusahakan
dengan kucoba melakukan


===
::koleksi lama (07112006)

Tuhan...aku ingin...

Tuhanku aku ingin
menginginkan apa yang aku ingini
tapi terkadang aku takut akan apa yang aku ingini
takut jika yang aku ingini tidak sesuai dengan yang Engkau ingini
aku mencoba mencari apa yang Engkau ingini
tapi...
aku tetap juga melakukan apa yang tidak Engkau ingini
bagaimanakah???
apakah???
dimanakah???
ah???
tetap aku harus....
melakukan apa yang Engkau ingini
meskipun itu tidak sesuai dengan apa yang aku ingini
satu hal...
apa yang Engkau ingini
pasti lebih baik dari apa yang aku ingini

===
::koleksi lama (03062006)

Selasa, 24 Maret 2009

Facebook..kok lupa waktu...

Facebook atau FB merupakan situs jejaring sosial yang memungkinkan orang untuk saling bertemu dalam dunia virtual. Menyenangkan karena merupakan salah satu sarana untuk berbagai, berekspresi dan bertemu. Teman yang sudah lama tidak kita jumpai bahkan dapat bertemu kembali dalam satu komunitas ini. Ketik nama dan klik tombol search, muncul nama yang kita harapkan. Tidak itu saja bahkan berbagai macam aplikasi dapat kita nikmati, misal permainan, kuis, bingkisan, kartu ucapan, dan banyak lagi. Bahkan pemilik akunpun dapat berbagi media lain seperti foto dan video yang memungkinkan untuk dilihat dan didengar oleh teman yang terdaftar. Perang komentarpun menjadi kenikmatan tersendiri -komentar pada status, komentar pada dinding akun teman, komentar pada foto, komentar pada catatan yang dituliskan.
Namun karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki tersebut membuat para pengguna lupa waktu, termasuk saya :-)
Oklah saya anggap facebook adalah kebutuhan utama, karena sehari tanpa facebook, seakan dunia tampak berbeda :) ada sesuatu yang aneh. Namun saya mencoba untuk mengambil sisi positifnya, dimana dengan sarana ini kita dapat merefleksikan uneg2 kita, ruang untuk berekspresi, ruang untuk mempertemukan dengan teman-teman kita, ruang untuk saling berbagi dengan teman-teman kita. Disisi lain yang juga perlu diperhatikan adalah waktu, sekali lagi waktu. Waktu lagi, waktu lagi.... Ya karena waktu sangat berharga, pergunakanlah waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Prioritaskan mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan. Butuh karena untuk berekspresi, ya... tapi bukan untuk dalam waktu yang lama dengan mengabaikan seluruh aktifitas (yang merupakan keinginan). Ingatlah banyak hal yang harus dikerjakan, rumah kita, pekerjaaan kita, keluarga kita, pendidikan kita, lingkungan kita, atau mungkin juga pelayanan kita.

Jumat, 13 Maret 2009

142857

142857*1 = 142857
142857*2 = 285714
142857*3 = 428571
142857*4 = 571428
142857*5 = 714285
142857*6 = 857142
142857*7 = 999999

Ketika memperhatikan angka-angka diatas, apakah ada hal yang menarik?
Ya...menurutku :)
Angka yang cukup istimewa -142857.
142857 jika dikalikan satu hingga enam menghasilkan angka-angka dari dirinya sendiri, hanya posisi yang berubah. Ketika dikalikan tujuh, angka istimewa juga yang muncul -999999.
Belajar dari hal tersebut, diri kita -pribadi- sebenarnya adalah istimewa. Ketika mencoba menjadi orang lain, sebenarnya itu adalah hal yang sia-sia. Kita tetap kita -pribadi yang istimewa, dan tidak bisa tergantikan. Namun kondisi dan situasi yang memposisikan kita untuk berubah, ada saat kita berada pada posisi yang terdepan, ada saat kita berada pada posisi akhir. Namun suatu saat pasti menjadi indah.

Senin, 02 Maret 2009

Ban penuduh

Beberapa kali ketika harus berangkat menuju kampus, motor yang aku tunggangi mengalami masalah pada ban. Kempes dan harus memompanya, mengisinya dengan angin, dan hal semacam itu berulang terjadi. Hingga suatu ketika ban bocor dan harus menggantinya dengan ban yang baru, kurang lebih Rp 30.000,00 melayang dari dompetku, padahal belum ada 3 bulan ban itu kuganti. Praduga tak bersalah muncul dalam benakku, jangan jangan....jangan jangan.... jangan jangan si penambal banlah yang sengaja melakukan skenario ini dengan merobek (jawa:njugil) ban pada dop -dengan merobek ban pada sekitar dop maka ban tidak bisa untuk ditambal, dan penambal pastilah mendapat keuntungan, hemat waktu hemat tenaga uang dapat. Namun tadi (baca Senin, 02 Maret 2009) pagi menyadarkan diriku bagaimana saya harus bersikap, untuk belajar mempercayai seseorang. Ban yang kerap kali kempes dan bocor, ternyata ada penyebabnya. Kawat kecil menyangkut pada ban dalam, kecil namun sangat merugikan. Ditambah dengan nekatnya saya menunggangi motor dengan kondisi ban yang nyaris tidak ada angin, yang harus dibayar mahal dengan harus mengganti ban.

Ban penuduh....pelajaran berharga....belajar untuk mempercayai seseorang, belajar dari hal yang kecil, belajar bagaimana harus bersikap serta bertindak.

Jumat, 27 Februari 2009

Dari pencari ke penyaji

Mendapatkan suatu informasi di internet adalah suatu hal yang wajib untuk saat ini. Namun hal yang pernah saya alami ketika mencari sebuah informasi di internet adalah kejenuhan. Jenuh karena untuk sekian lamanya berhadapan dengan komputer hanya sebagai seorang pengkonsumsi, yang hanya mencari, mendapatkan, membacanya, dan kadang lenyap begitu saja.
Dari pengalaman itu, saya mencoba bagaimana memanfaatkan banyak sumber yang saya peroleh. Berusaha menjadi seorang penyaji. Menyajikan informasi-informasi yang sesuai dengan minat dan ketertarikan.
Menjadi penyaji lebih menguntungkan, belajar untuk menulis, belajar untuk mengemas informasi yang sebelumnya telah diperoleh baik itu dari luar maupun dari ide dan kreativitas pribadi. Memang menulis pada awalnya adalah sulit, karena harus menyusun kalimat sedemikian rupa sehingga pembaca akan menjadi tertarik dengan apa yang disajikan. Tetapi dengan mencoba melakukan secara langsung, secara tidak sadar akan terlatih dan menghasilkan karya yang makin baik. Bahkan kegiatan ini dapat menjadi rutinitas yang tidak dapat ditinggalkan.
Selamat bermetamorfosa menjadi penyaji...

Kamis, 26 Februari 2009

Jangan langsung percaya

Pengalaman yang sebenarnya tidak terjadi ketika menyelesaikan Tugas Akhir. Ya...dengan begitu pedenya saya menggunakan perhitungan yang salah selama beberapa waktu. Saya begitu percaya terhadap perhitungan komputer (yang saya buat) yang secara algoritma itu adalah salah. Dari awal pembuatan hingga sekarang, hal yang tidak saya lakukan adalah mengecek perhitungan program dengan hasil perhitungan secara manual. Kesalahan kecil tetapi menimbulkan masalah yang besar. Amat sangat menghambat pembuatan program, hingga berulang kali harus merubah beberapa metode dengan menggunakan beberapa trik. Huahhhhhh...lelah sekali diriku.... Hingga pada akhirnya aku menemukannya...
Pengalaman ini mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa kita jangan langsung mempercayai sesuatu. Kajilah, telitilah, dan pelajarilah, apakah itu sudah sesuai dengan yang kita harapkan. Yakinkan bahwa itu adalah benar, dan tepat.

Selasa, 10 Februari 2009

Pengen ngomong sedikit tentang tanggung jawab

Tanggung jawab melepas egoisme, menonjolkan sisi untuk semua.
Tanggung jawab membutuhkan pengorbanan: tenaga, waktu, dan pikiran, bahkan perasaan.
Tanggung jawab memegang komitmen yang telah disepakati, antara pribadi dengan pribadi, antara pribadi dengan sesama, dan antara pribadi dengan Tuhannya.
Berbicara tanggung jawab banyak hal yang harus didengar, dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan.
Melakukannya dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatan.
Bukan upah, bukan sanjungan, bukan pujian, dan bukan apa-apa.
Hanyalah tanggung jawab itu sendiri.

Kamis, 29 Januari 2009

Ketika aku menjadi "SUPERHERO"

Aku bukan superhero...aku bukan superhero...
mulutku berteriak...
batinku meronta...

Bukan superman...
bukan batman...
bukan spiderman...
bukan catwoman, wonderwoman...
ataupun man..man... lainnya...

Aku adalah aku...
aku bukan superhero....

Aku lemah

Hingga akhirnya aku menjadi kuat

Lalu aku menyadari..
itulah saat aku menjadi sang SUPERHERO.

Rabu, 21 Januari 2009

Kembali ke laptop

Bukan seperti Tukul dengan kalimat khasnya "kembali ke laptop", tetapi lebih mengingatkan saya bagaimana saya dapat menggunakan fasilitas/sarana berupa laptop yang saya miliki sejak September 2008 yang lalu. Seperti tujuan utama saya, atau mungkin juga sama dengan Anda, yaitu mengoptimalkan fungsi laptop. Menggunakan laptop secara 'benar', mendapatkan berbagai pengetahuan dengan memasukkan aplikasi-aplikasi yang bermanfaat, menciptakan 'sesuatu' yang berguna bagi diri sendiri maupun orang lain, menyimpan segala pengetahuan (ex: buku-buku, referensi-referensi, dll), dan akhirnya menghasilkan 'uang'.

Selasa, 20 Januari 2009

24 Tahun

Mengembara mengaruhi samudera raya kehidupan, 20 Januari 1985 hingga saat ini, 24 tahun perjalanan hidup. Pelajaran berharga: antara tawa dan tangis, kenakalan dan kebaikan, penantian dan perwujudan, emosi dan kesabaran, senang dan susah, jauh dan dekat, saat diatas dan saat dibawah, saat menjadi anak-anak dan saat harus bersikap dewasa. Tanggung jawab yang besar ketika tidak lagi menerima tetapi harus memberi. Memperjuangkan kehidupannya untuk sebuah harapan. Harapan yang membuat hidup hingga saat ini. Harapan yang meyakinkan orang bahwa yang terbaik masih akan datang. Menyandarkan harapannya kepada keyakinan dan mewujudkannya dengan cinta kasih.

Terinspirasi lagunya Slank ‘Terlalu Manis’ ada lirik yang berbunyi: "hari berganti angin tetap berhembus, cuaca berubah daun-daun tetap tumbuh..." Demikianlah hidup yang akan saya jalani nanti, harus tetap berhembus meskipun waktu berganti, menghembuskan angin sepoi-sepoi yang dapat menyejukkan lingkungan sekitarnya, dan tetap bertumbuh meskipun dalam kondisi yang selalu berubah.

Sabtu, 17 Januari 2009

.... dadi

Kalimat yang cukup singkat tetapi mempunyai makna yang kuat. Dadi dalam bahasa jawa berarti jadi dalam bahasa Indonesia. Sehingga '.... dadi' berarti '.... jadi'. Titik-titik ("....") bisa diisi dengan profesi, misal mahasiswa. 'Mahasiswa dadi' berarti 'mahasiswa jadi'. Aneh memang, tetapi sebenarnya mempunyai makna lebih dari itu. Makna yang mengandung pengertian 'matang','baik','benar','sempurna',dll. Kadang saya merenung, sudahkah saya menjadi 'mahasiswa dadi'.. Lalu apakah kriteria untuk menjadi 'mahasiswa dadi'.. Sulit untuk menjawabnya. Semua butuh proses... Dari 'dadi mahasiswa' hingga menuju 'mahasiswa dadi'.
Semua aspek prosesnya sama dari 'dadi .....' hingga menuju '..... dadi'. Berharap saya, Anda, kita semua bisa menjadi '.... dadi'.

Yesterday is history. Tomorrow is a mystery. Today is a gift

Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. Pesan yang patut saya pegang dalam menapaki tahun 2009 ini. Masa lalu adalah sebuah kenangan, masa lalu adalah sejarah. Perlu saya belajar dari pengalaman sebelumnya (kesalahan, ketidakberesan, kekacauan, dan segala hal yang membuat saya 'tidak benar') untuk menuju ke masa depan yang penuh harapan. Saya tidak tahu masa depan saya, yang perlu saya lakukan adalah mempersiapkan masa depan secara 'benar'. Antara masa lalu dan masa depan ada sebuah penghubung yaitu masa sekarang, today. Dan masa sekarang adalah sebuah bingkisan, sebuah hadiah, kado, maka selayaknya saya boleh berbahagia dan bersukacita. Lalu kubuka hadiah itu, kulihat, dan kugunakan sesuai fungsinya.
Today, "hari ini" adalah jembatan, kunci untuk hidup, menuju masa depan cerah.