Kamis, 29 April 2010

Tiada manusia sempurna

Jujur, aku mulai tersadar bahwa tiada manusia yang sempurna.
Seringkali kita mengharap sesuatu yang harus dipenuhi dari orang-orang yang kita kenal -teman, saudara, adik, kakak, atau orang terdekat lainnya. Lebih tepatnya menuntut. Menuntut mereka untuk melakukan yang diingini. Merasa menjadi manusia yang paling sempurna, melakukan segala hal dengan baik tanpa cacat cela. Juga menuntut orang-orang untuk melakukan yang sama persis dengan apa yang kita lakukan, atau bahkan lebih. Padahal mereka tidak berkompeten dalam hal itu, atau mungkin sebenarnya mereka melakukan dengan cara tersendiri. Dampak dari itu, kecewa. Menyalahkan mereka karena tidak dapat melakukannya dengan baik. Atau lebih parah lagi membeberkan perbuatan-perbuatan yang dianggap tidak menyenangkan kepada orang lain. Tentu saja hal ini menjadikan mereka 'tersayat'. Mendengar perkataan atau perlakuan yang menyakitkan. Mereka menjadi tidak senang, mereka juga bisa menjadi kecewa. Pada akhirnya kitapun merasakan demikian, padahal apa yang diharapkan adalah baik untuk mereka.
Saya mau berefleksi akan hal ini, untuk mulai tidak banyak menuntut pada orang-orang terdekat. Menerima mereka apa adanya. Tidak memaksakan kehendak. Membiarkan mereka tetap berkreasi sesuai kompetensinya.
Karena mereka adalah anugerah terindah yang pernah kumiliki.