Jumat, 01 Juli 2011

Setiap detik bermakna

Apa yang telah kita alami dalam beberapa waktu lalu (satu detik / tiga detik / satu menit / lima menit / sepuluh menit / setengah jam / dua jam / satu hari / dua hari / beberapa hari) ? Seringkali kita tidak dapat 'merekam' beberapa peristiwa yang telah dialami. Menganggap semua hal biasa, tidak ada hal yang spesial dan penting. Coba pikirkan dan renungkan kembali, apa yang terjadi dalam hidup kita ini. Bagaimana kita bisa bertemu dengan orang lain? Adakah semuanya berjalan hanya dari kemampuan kita sendiri? Atau ada satu pusat yang menjadi kekuatan kita? Bagaimana kita bisa hidup hingga saat ini? Masih bisa makan, tertawa, bahagia, atau juga lapar, menangis, putus asa. Ya..semuanya indah...sangat...sangat indah...

Keinginan (antara kemampuan, kesempatan, keberuntungan)

Pernahkah terbayang jika apa yang kita harapkan pasti akan didapatkan. Senang, sukacita, bahagia, atau apalah itu namanya pasti akan dirasakan. Namun bagaimana jika itu tidak, kecewa, putus asa, menyalahkan, atau hal lainnya pasti dirasakan pula.
Keinginan, pasti semua orang memilikinya. Keinginan (menurut saya) akan dapat diperoleh melalui beberapa faktor, salah tiganya (radha maksa ne bahasanya :D) adalah kemampuan, kesempatan, dan keberuntungan.

Kemampuan. Dulu saya pernah punya keinginan untuk menulis sesuatu yang bisa dilihat orang lain. Tulisan yang berisi topik yang saya kuasai. Paling tidak memiliki sedikit kemampuan dalam beberapa bidang yang saya senangi. Dari sedikit kemampuan ini pada akhirnya saya telah memiliki media untuk menulis. Akhirnya apa yang saya inginkan terkabul. Dan karena sudah terbiasa secara tidak sadar akreditas menjadi naik menjadi agak banyak kemampuan :). Namun bagaimana jika ada orang merasa tidak punya kemampuan sama sekali? Bohong, sekali lagi pada dasarnya manusia adalah pembelajar. Dari ketidakmampuan ini, dengan sentuhan rasa ingin bisa, maka pada akhirnya ia akan naik ke level mampu. Yang saya tekankan disini rasa ingin bisa, bagaimana mau melakukan jika tidak ada rasa senang terlebih dahulu? Jadi kembali lagi solusinya temukan kesenangan, maka kemampuan itu akan didapat.

Kesempatan. Kadang kesempatan menjadi hal yang diabaikan. Karena merasa mampu, ia tidak melihat kesempatan yang ada dan pada akhirnya hanya bisa berjalan ditempat, menikmati kemampuan hanya untuk diri sendiri. Banyak kesempatan yang bisa digunakan untuk menuangkan/menggunakan kemampuan kita, ketika bekerja, hidup bermasyarakat, lingkungan pendidikan, atau bahkan faktor dari lingkungan dunia maya sekalipun, dengan cara itu kemampuan kita bisa dinikmati juga oleh orang lain, dan mereka bisa menilai seberapa jauh kemampuan yang dimiliki. Selain itu kitapun akan mendapat informasi yang berguna (bisa juga tidak :)), menambah wawasan, cara berfikir, dan bertindak.

Keberuntungan. Faktor ini seringkali dikambingdombakan. "La wong aku orang yang beruntung je..., maleslah kalau ....", "Dia lebih beruntung dari aku, biar dia saja...". Keberuntungan tidak selamanya menjadi patokan utama dalam bertindak. Itu adalah faktor ke xxxx setelah kita berusaha. Yang terpenting gunakan kemampuan dan upayakan untuk mencapainya.

Jujur kalau mau pilih dari semua aku mau jadi orang yang beruntung :).
Tapi aku juga mau mempunyai kesempatan untuk meng-optimalkan kemampuanku agar aku beruntung dan pada akhirnya keinginanku tercapai :))).