Minggu, 30 Desember 2012

Natal (juga) Sebagai Media Silaturahmi

Jika saya kembali ke kota kelahiran saya ketika Natal, maka tidak asing lagi jika masyarakat kristiani merayakan hari raya Natal  juga seperti merayakan hari raya Idul Fitri. Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat kampung kami untuk bisa berbagi dengan masyarakat yang lain. Maka tidak heran jika setiap rumah orang yang merayakan akan tersedia banyak makanan di meja tamunya. Banyak warga sekitar dan juga sahabat berkunjung untuk silaturahmi paling tidak mengucapkan salam.

Dulu (ketika saya masih kecil) event seperti ini paling ditunggu-tunggu, kami berkunjung ke rumah-rumah sekedar mengucapkan salam, meskipun kadang kami tidak kenal dengan orang yang kami tuju. Pikiran kami, mendapat banyak makanan khususnya kalau ada makanan yang bisa dibawa pulang. Yang lebih menyenangkan bagi kami, ketika beberapa rumah memberikan amplop (uang) ke kami (anak-anak kecil). Pengalaman waktu kecil yang mengasyikkan jika dikenang :-)

Perbedaan tentu saja terlihat dari waktu ke waktu, dulu dan sekarang. Sekarang banyak orang yang jarang berkunjung ke tetangga/teman/kerabat. Mungkin juga hanya sebatas syarat jika sudah berkunjung. Ini menandakan sistem sosial yang semakin buruk, banyak orang lebih nyaman dengan kepentingannya sendiri. Tradisi yang dahulu bagi saya pribadi mengesankan, sekarang tidak lagi, mungkin para adik-adik kecil juga sudah tidak menikmati masa-masa indah seperti dahulu, menikmati masa kecilnya bersama teman sebaya untuk bisa mengenali lingkungannya.

Menurut saya, tradisi yang sudah lama terbentuk ini sebaiknya tetap harus dipertahankan (dilestarikan) karena tidak banyak daerah lain yang menerapkan tradisi seperti ini.
Saling berkunjung, saling silaturahmi, saling berbagi. Salam.

Selasa, 25 Desember 2012

Manusia Koin Pelabuhan

Jika saya menggunakan kapal laut ketika menyeberangi selat sunda, maka sudah tidak asing lagi ketika saya melihat beberapa manusia tengah berenang di pelabuhan Merak maupun Bakauheni. Mereka berenang di pinggir kapal sembari menunjukkan kepiawaian mereka dalam berenang. Tak hanya beraksi di air laut saja, bahkan mereka berani untuk menjatuhkan diri dari ketinggian di atas kapal. Ketika berada dikubangan air, mereka selalu melihat ke atas kapal ke arah penumpang yang menonton mereka. Tak ayal juga mereka berteriak sambil menunjuk kepada para penumpang. "Wooi jangan ditontonin doang!", "Lempar ke bawah!", kira-kira seperti itulah teriakan mereka. Mereka mengharap dari para penumpang kapal agar melemparkan uang (mungkin ga koin lagi) ke bawah laut sekitar kapal dan mereka segera mengejar dengan kelihaiannya dalam berenang.

Manusia koin pelabuhan begitu saya menyebutnya, mungkin sudah tidak relevan di waktu sekarang karena uang koin lima ratus rupiah sudah tidak lagi bernilai tinggi bagi mereka. Para manusia koin pelabuhan berjuang sesuai kemampuan dan keahlian mereka, mungkin resiko besar harus meseka tanggung, berhadapan dengan kapal besar dan ombak serta dinginnya air laut. Tapi mereka tetap berjuang, menghibur para penumpang kapal dengan pertunjukan renangnya. Salut buat mereka yang bertahan hidup dengan cara yang benar, menjual hiburan sebelum melakukan perjalanan di atas kapal.

Trip To Metro

Tanggal 24 dan tanggal 25 saya melakukan perjalanan ke tempat lahir saya. Secara normal waktu yang ditempuh menggunakan bus adalah 22 jam, jogja-metro. Bus biasa saya gunakan sebagai sarana transportasi sejak saya masih kuliah dulu. Rekan-rekan saya juga memakainya sebagai transportasi utama, lebih murah jika dibandingkan dengan pesawat :)

Dalam perjalanan ini sedikit ironis, karena saya sempat salah 'dinaikkan' bus tujuan Jambi, untung saja saya tidak sampai kesana, bisa-bisa jadi perjalanan yang panjang dan berkesan :)

Btw, ini masih otw, kemungkinan akan sampai di Metro tidak dalam waktu yang direncanakan (lebih lama).
Have a nice trip in the xmas time :)

Sabtu, 22 Desember 2012

Ia memandikanku

Terlintas di ingatanku...
dulu...

Ketika ia mencariku pada waktu sore hari
berteriak mengejar memintaku untuk segera mandi
aku terus saja bermain
hingga ia harus membawa sepotong kayu kecil
hanya untuk menggertakku.

Lalu ia memandikanku
menggosokkan tangan lembutnya ke tubuhku
namun kadang juga sambil ngomel ia memarahiku
aku sadar saat itu aku yang bandel
namun aku tetap saja menggerutu.

Aku juga ingat ketika transisi dari masa kecil
waktu itu aku sudah mandi sendiri untuk beberapa kalinya
hingga suatu kali aku jadi ingin dimandikan lagi
dan aku pura-pura malas mandi
lalu ia memandikanku, senang rasanya.

Terima kasih buat ibu
Kasih sayangmu untuk selamanya


Ini ceritaku di hari ibu, mana ceritamu...

Minggu, 16 Desember 2012

Saya Tidak Bisa Menulis

Saya tidak bisa menulis... Benar ataukah salah tulisan saya... Saya tidak bisa menulis seperti orang-orang yang bisa dibilang 'intelektual'. Cuma saya ingin berbagi dalam tulisan. Mungkin banyak orang bilang, laki-laki kok curhat (*audibel ataupun tekstual*), mungkin juga kesannya cengeng, mungkin juga kesannya lemah. Menulis, apapun itu, menurut saya sebagai relaksasi, ekspresi, mediasi dalam hidup. Sekali lagi entah itu bermutu atau tidak, tergantung perspektif orang. Tentu saja harapannya apa yang ditulis bisa menjadi berkat, dan inspirasi bagi yang membaca.
-- Yang penting tulis aja, mari!!! :) --

Minggu, 09 Desember 2012

Pertama Kali Coba Layanan Air Radiator

Tadi ketika akan kembali ke tempat kos, kendaraan roda dua yang saya tunggangi bannya sedikit kempes. Sambil melaju saya lirik kekiri jalan untuk melihat bengkel yang masih buka. Sebenarnya di pikiran saya sebelumnya sudah berencana akan ke pom bensin yang menyediakan air radiator secara gratis. Maklum belum pernah menggunakan layanan ini, jadi carinya tetap aja ke bengkel. Akhirnya daripada harus lihat bengkel saya putuskan untuk lihat pom bensin saja. Dua pom bensin yang saya lewati dan berada di kanan jalan saya ternyata tidak tersedia, saya tidak tahu pasti karena saya tidak masuk ke areanya. Akhirnya saya menjumpai pom bensin yang berada di sebelah kiri jalan, dan tersedia layanan air radiator gratis, sayapun masuk dan mengisi ban motor.

Ya lumayan bisa ngirit seribu rupiah :-)
Lebih penting lagi layanan publik semacam ini perlu diperluas. Bentuknya saya juga tidak tahu pasti. Paling tidak bisa menolong masyarakat.
Bagi pengendara contohnya seperti ini [ ga serius :-) ]
- Air minum putih gratis (bisa-bisa banyak orang ambil air dari sini :-)
- Tempat beristirahat sementara bagi pengendara (ini lagi bisa jadi tempat penampungan :-)
- Parkir gratis
- dll

Jumat, 09 November 2012

Servis KTP Listrik

Senin kemarin saya berada di Jogja untuk mengurus beberapa hal, yaitu servis motor, ambil eKTP, dan registrasi pasang listrik baru. Sebenarnya tidak direncanakan karena awalnya hanya mau melakukan servis motor di dealer tempat saya membeli. Alasannya simpel kenapa saya jauh-jauh ke Jogja hanya untuk servis, yaitu karena saya mendapat kupon undian, siapa tahu setelah mengisi dan mengirimkannya bisa dapat motor, doakan ya :-)

[Servis Motor]
Hari Sabtu saya sampai di tempat servis pukul 15.50 WIB, saya pikir pelayanan masih buka, karena saya lihat ada informasi buka sampai malam pukul 19.00 WIB, ternyata itu hanya berlaku dari hari Senin s.d. Jumat. Sayapun harus kembali ke rumah dan menunggu hari Minggu karena meski hari libur tetap buka setengah hari. Akhirnya hari Minggu saya kembali ke tempat sevis, ternyata antrian sudah banyak dan mekaniknya juga hanya terbatas, jadi saya tidak mendapatkan antrian dan gagal untuk servis pada hari itu. Saya kembali ke rumah lagi dan saya lihat pada selembar brosur servis ada informasi layanan booking service vis SMS, "Wah kalau tahu begini saya booking dulu pagi tadi.", sesalku setelah lihat brosur itu. [Booking service via SMS atau sejenisnya, saya kira layanan yang wajib dimiliki bagi para pengusaha, agar kebutuhan konsumen terpenuhi secara mudah.]

[e-KTP]
Pembuatan e-KTP yang sudah saya lakukan secara bersama sejak bulan November 2011 akhirnya telah jadi dan sudah saya miliki. Undangan pengambilan sudah ada sejak bulan Agustus 2012, namun baru bisa saya ambil bulan ini. e-KTP saya ambil di Balai Desa dengan menyerahkan KTP lama, mungkin untuk wilayah perkotaan kartu e-KTP bisa diambil di Kecamatan. NIK pada e-KTP sama persis dengan NIK lama, jadi tidak perlu kuatir jika sebelumnya pernah mengurus beberapa hal memakai KTP lama.

[Registrasi Pasang Listrik Baru]
Pemasangan listrik baru sekarang memakai pulsa, saya juga baru tahu setelah saya mengunjungi kantor PLN guna melakukan registrasi pemasangan listrik baru. Yang baru saya tahu juga proses registrasi dan instalasi ternyata tidak dalam satu kantor. Biaya yang dibutuhkan juga sendiri-sendiri. Untuk daya 900 watt ditambah pulsa 50 ribu kira-kira biaya yang dibutuhkan adalah 750 ribu. Sedangkan biaya instalasi lebih mahal daripada biaya pemasangan baru, total biaya yang dibutuhkan 2 juta, jadi biaya instalasi hampir tiga kali lipat dari harga buka daya, apakah memang benar seperti itu??? Katanya tergantung lokasi, jika jarak makin jauh, maka harga bisa semakin tinggi pula. Jujur sebenarnya saya tidak terima dengan pernyataan ini. Menurut saya sebaiknya perkiraan biaya langsung diberikan di kantor pusat saja, dengan rincian biaya yang detail, misal biaya buka baru sekian, harga hardware: meteran, kabel per meter per jenis, stop kontak, dll, dan biaya jasa pasang. Dengan cara seperti itu konsumen tahu dengan jelas biaya yang dikeluarkan.

Hmmm... sharing tanpa penutup :-) ada senang ada kecewa!!

Jumat, 02 November 2012

Opor Tua

Tanggal tua???? Sepertinya tanggal tetap saja ya, hanya umurnya yang pendek, tiga puluh atau tiga puluh satu hari saja. Tanggal satu sampai dengan tanggal sepuluh bisa dikatakan tanggal muda, karena pada umumnya tanggal-tanggal tersebut para karyawan mendapat upah kerja, sedangkan tanggal duapuluhan sampai akhir bulan dikatakan tanggal tua karena keuangan sudah sekarat.

Btw, tanggal tua, hmmm... enaknya bilang akhir bulan saja :) Akhir bulan kemarin pas kebetulan juga dana sedang menipis, kebetulan juga sedang lapar, kebetulan juga sedang malas keluar. Tiba-tiba saja, makbendunduk istilah kerennya, datang tetangga kos ngasih makanan. Lumayan satu piring opor dan sebungkus snack bisa mengisi perut saya yang sedang lapar. Apa ini juga kebetulan???
Thanks

Minggu, 28 Oktober 2012

79 KM

Terasa sudah biasa melakukan perjalanan jarak jauh melebihi lima puluh kilometer. Jogja (rumah) s.d. Solo (kos) menempuh jarak 79 km. Secara matematis jika jarak tempuh 79 km dan dilaju dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam, maka waktu yang ditempuh adalah 1,32 jam. Secara riil perhitungan matematis bisa dianggap tidak berlaku, karena harus melalui beberapa hambatan misal kemacetan, berhenti karena lampu lalu lintas sehingga waktu yang dilalui akan bertambah lama. Perjalanan yang saya tempuh tadi memakan waktu kira-kira 2 jam, padahal ketika berada di jalan yang baik saya akan memutar kecepatan hingga 70-85 km/jam, hanya saja keramaian jalan menghambat laju kendaraan.

Pada akhirnya, sebenarnya, kesimpulannya :-) saya menikmati perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. --ga nyambung--




Jogja 27 Oktober Malam

Menjelang akhir bulan Oktober saya pulang Jogja, meskipun uang yang didompet hanya dua lembar saja :) Sebenarnya saya tidak ada ada rencana untuk pulang pada tanggal 27 kemarin, hanya saja saudara kebetulan berkunjung ke Jogja jadi saya berniat untuk bertemu meskipun hanya sebentar. Selain itu beberapa hari yang lalu juga, saya mendapat kiriman SMS untuk mengambil surat jalan kendaraan resmi yang dikeluarkan samsat, jadi agak sedikit lega karena sebelumnya saya hanya membawa surat jalan yang dikeluarkan dari dealer.

Tidak tahu kenapa beberapa waktu ini saya senang sekali untuk mencari dan mendokumentasikan tempat-tempat ataupun event-event yang menarik. Karena kemarin malam ada di Jogja, saya mempunyai pikiran untuk pergi ke kota melihat suasana malam di titik 0 km, dan daerah sekitarnya.

Aje gile... Padat sekali di titik 0 km, orang berjubel, kendaraan berlalulalang. Sepertinya banyak turis lokal yang berkunjung ke kota Jogja, dan kebanyakan adalah orang-orang muda yang masih bersekolah. Kebetulan juga hari itu adalah Idul Adha, sempat ada takbir keliling dengan karakter menyerupai pangeran Diponegoro, sehingga membuat jalan makin padat merayap-rayap :-)



Setelah melewati jalan Malioboro saya berkeinginan pula untuk melihat alun-alun utara. Ternyata saat itu juga digelar pasar malam, dan mungkin juga konser musik karena ada panggung musik yang masih kosong di dalam lapangan, kurang tahu juga acara musik apa yang akan digelar. Terlihat juga banyak kendaraan motor yang berada di tengah lapangan yang juga digunakan untuk menjalin kasih maupun sekedar menjalin keakraban bersama sahabat.



Begitulah sekilas info ketika berkunjung ke Jogja dalam satu malam. Jogja masih istimewa, terbukti banyak pelancong yang berkunjung ke Jogja, menikmati malam bersama sahabat dan orang-orang terkasih, mengisi waktu berlibur dalam canda dan suka.




Jumat, 26 Oktober 2012

Refreshing Sejenak Ke Taman Balekambang


Taman Balekambang
Tadi siang kurang lebih pukul 14.15 WIB saya meluangkan waktu sejenak untuk berkunjung ke Taman Balekambang, Surakarta, Jawa Tengah, lokasinya tidak jauh dari stadion Manahan Solo. Ini untuk ketiga kalinya (kalau tidak salah) berkunjung ke taman ini. Kali ini bertepatan juga dengan hari ulang tahun Taman Balekambang yang ke-91, juga digelar pasar seni selama empat hari mulai tanggal 25-28 Oktober 2012.

Mungkin saya kurang beruntung ya :) karena siang tadi ketika berkunjung tidak banyak barang / pertunjukan seni yang dipertontonkan. Hanya beberapa kios saja yang masih buka dan hanya beberapa 'barang seni' yang terlihat. Saya hanya lihat sambil jalan langsung melewati kios dan menuju ke taman air. Ada beberapa orang yang sedang mancing berjejer di taman, mungkin saat itu ada perlombaan memancing. Ada juga perahu air (sepertinya kurang tepat dengan nama ini) yang berjejer di tepi kolam menunggu pengunjung untuk menaiki kendaraan ini mengitari kolam taman Partini Tuin.

Setelah berhenti sejenak di taman air ini, kemudian saya kembali ke lokasi depan taman namun melewati jalur yang berbeda. Kali ini saya melihat rusa yang katanya juga binatang khas Taman Balekambang dan juga beberapa ayam kalkun, lucu juga :)

Akhirnya saya berada di depan taman, dan saya duduk di pinggir patung Partinah Bosch. Saya juga lihat -dalam rangkaian acara ini- ada 'tempat mainan tradisional', 'egrang' begitu saya menyebut mainan ini dikampung saya. Ada beberapa orang yang yang mencoba menaiki dua bambu untuk dua kaki dan menjalankannya. Mengingatkan saya dulu waktu masih kecil  pernah membuat mainan ini dan berlomba dengan teman-teman untuk beradu kecepatan.

Setelah melihat semua saya kembali pulang menuju tempat parkir, namun saya melihat ada papan informasi sejarah Taman Balekambang:
Sejarah Taman Balekambang
" Taman Tanda Cinta Orang Tua "
 Taman Balekambang yang memiliki nama asli Partini Tuin dan Partinah Bosch, dibangun oleh KGPAA Mangkunegoro VII, pada 26 Okbtober 1921 sebagai tanda cinta kepada kedua putri beliau.
Itulah sebabnya pada awal taman ini dibagi menjadi dua area. Area pertama diberi nama Partini Tuin yang berarti Taman Air Partini. Partini adalah putri tertua KGPAA Mangkunegoro VII.
Area kedua dinamakan Partinah Bosch yang berarti Hutan Kota Partinah. Kedua taman inilah yang kemudian dikenal sebagai Taman Balekambang.

Sejenak ber-refreshing, cukup menyenangkan :)


Partini TuinPartinah Bosch

Perahu AirPasar Seni

Pasar SeniMainan Tradisional Egrang

Minggu, 21 Oktober 2012

Ngamen Lagu Rohani: Strategi Bisnis?

Kemarin malam saya bersama teman-teman makan di tempat makan yang berada pada pinggir jalan kota. Sebelum makanan datang kami ngobrol bersama, berdiskusi tentang pekerjaan dan dampaknya bagi masyarakat :-), ketika kami ngobrol tidak lama kami didatangi beberapa peminta dan penyanyi jalanan.

Ada yang beda dan mungkin juga baru pertama kalinya saya mendengar penyanyi jalanan membawakan lagu dengan nyanyian rohani. Bagi kami ini sesuatu yang berbeda dan kami pikir ini suatu bentuk kesaksian bagi para penyanyi jalanan. Kami saling tengok, dan teman saya berkata "Lah ini...", lalu teman saya merogoh koceknya, membuka dompet, dan mengambil doku untuk diberikan.

Menurut kesaksian beberapa teman saya, mereka ada yang pernah juga melihat para penyanyi jalanan menyanyikan lagu rohani di beberapa tempat makan di kota besar. Tidak tanggung-tanggung pendengar memberikan 'penghargaan' yang cukup besar dalam setiap 'konsernya', dan katanya jika ditotal hasil yang didapatkan dalam satu hari hampir sama dengan setengah gaji dari karyawan kantor dalam satu bulan.

Hmmm inikah strategi bisnis baru??? Orang akan lebih tertarik jika yang disampaikan adalah hal-hal yang berkaitan dengan spiritualitas atau paling tidak 'genre' yang disuka?? Atau karena kami orang yang tertarik dengan hal spriritualitas sehingga kami langsung terpesona??? Pastinya mereka tahu 'pasar', tahu apa yang dimau konsumen. Harapan kami mereka tidak hanya 'demi pasar' tetapi membawa kesaksian dalam dirinya.

Jumat, 19 Oktober 2012

Hello World!

Profesi saya hingga sekarang adalah sebagai programmer. Membaca kalimat "Hello World!" adalah hal yang sangat tidak asing. Kalimat ini sering muncul ketika memelajari bahasa pemrograman apapun. Memunculkan kalimat "Hello World!" selalu diajarkan pertama kali. Simpel dan sangat mudah, paling tidak mengasumsikan bahwa belajar bahasa pemrograman hal yang mudah dan menyenangkan :-) Ternyata kalimat "Hello World!" tidak hanya muncul dalam bahasa pemrograman saja, sepertinya hal yang berkaitan dengan komputer akan menggunakan kalimat ini pada awal pembuatan, contoh saja media blog, di awal post biasanya akan ada artikel yang berjudul "Hello World!".

Sebagai programmer, jujur saya tidak bisa 'hidup' hanya dengan indahnya sintaks-sintaks bahasa pemrograman ataupun mesin (baca:komputer) yang selalu setia menemani sepanjang waktu. Meskipun mesin yang saya punya selalu menjadi sahabat setia bahkan kekasih tercinta yang selalu menemani di kala duka maupun suka, namun semua tidak bisa tergantikan dengan yang namanya 'real life'. "Hello World!" mengingatkan saya juga untuk menyapa dunia, menyapa negara tercinta, menyapa kota tercinta, menyapa masyarakat, menyapa keluarga, menyapa orang-orang terdekat. Masih ada orang-orang yang butuh untuk diperhatikan, dicinta, dikasihi.

Just wanna say 'hello'. "Hello World!".
-With love-

Selasa, 16 Oktober 2012

Touring Refreshing, Candi Gedong Songo

Driving
Pada tulisan sebelumnya, saya pernah bercerita tentang kendaraan baru yang saya miliki. Untuk kedua kalinya Immanuelo dibawa touring ke luar kota, Solo-Salatiga (sebelumnya Jogja-Solo). Namun tidak hanya dikota ini saja, perjalanan dilanjutkan ke tempat wisata yakni Candi Gedong Songo yang terletak di daerah Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

Kali ini wisata dadakan, karena tujuan wisata baru ditetapkan ketika berada di Salatiga, itupun menggunakan fasilitas pencarian Google, dengan kata kunci 'tempat wisata salatiga'. Dan akhirnya menemukan tempat yang indah, sebuah candi yang terletak di lereng pegunungan, Candi Gedong Songo.

Saya beserta adik saya akhirnya menuju tempat itu. Dengan Immanuelo saya menikmati perjalanan ini, melewati jalan yang berkelok, naik dan turun. Menyenangkan sekali berkendara melewati jalan seperti ini, bermain gigi persneling, bermain gas naik turun pula, dan juga mendahului kendaraan-kendaraan lainnya seraya seorang rider.

Setelah perjalanan kurang lebih 75menit dari kota Salatiga, akhirnya kamipun sampai di Candi Gedong Songo. Wah indah sekali pemandangannya, asri, dan sejuk. Ternyata lokasi candi yang akan dikunjungi tidak berada pada tempat yang sama. Semuanya terpisah-pisah jauh dari yang paling bawah hingga atas, semuanya berjumlah lima candi.

Baru sampai diarea wisata candi, kami langsung ditawari untuk naik kuda. Ternyata di tempat ini ada penyewaan jasa kuda untuk bisa melalui semua candi tanpa harus berlelah-lelah berjalan. Dari sinipun sudah terpikir kalau lokasi candi terakhir (Candi V) pasti jauh sekali. Namun kami tetap berjalan karena disinilah letak kenikmatannya :D Bekerja keras dengan tenaga sendiri untuk bisa sampai tujuan.

Kami pun berjalan seperti layaknya ninja hatori, mendaki gunung lewati lembah, begitulah kira-kira, karena memang benar untuk mencapai lokasi candi berikutnya harus melewati jalan yang naik, dan kadang turun. Namun jalan untuk dilewati sudah sangat baik, sehingga sangat nyaman bagi pejalan kaki :)

Dari keseluruhan candi yang telah dikunjungi, semua candi utama memiliki kemiripan bentuk. Jadi misalkan ditanya candi yang keberapa kemungkinan saya akan sulit menjawab, kecuali jika ditunjukkan semua bentuk candi (termasuk lokasi dan batu-batu lain).

Secara keseluruhan saya sangat menikmati berada di tempat wisata ini. Mengamati benda bersejarah yang ada di Indonesia, menyegarkan mata dengan indahnya pemandangan, menghirup udara yang begitu segar, menyegarkan badan dengan berjalan kaki. Luar biasa indahnya ciptaan Tuhan. Terima kasih Tuhan atas karya-Mu yang luar biasa.

Gerbang Dalam Candi

Taman Candi

Candi IV

Kuda




Selasa, 09 Oktober 2012

Selamat Datang Immanuelo

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis kekecewaan dengan pramex (lihat tulisan sebelumnya). Namun dengan kekecewaan tersebut lantas saya membanting stir dengan memakai kendaraan yang lain? Tidak. Sebenarnya saya masih menikmati alat transportasi yang satu ini, meskipun sekarang tidak senyaman dulu. Hanya dengan waktu satu jam saja sudah sampai ditujuan, bandingkan saja jika harus naik bis atau kendaraan darat lainnya.

Immanuelo
Immanuelo Di Gelap Malam
O ya perlu diketahui bahwasannya sekarang saya sudah memiliki kendaraan bermotor roda dua sebagai sarana transportasi saya, yang saya beli di Jogja, dan kemungkinan juga akan menggantikan pramex sebagai sarana transportasi dari Solo ke Jogja atau sebaliknya :)
Bukan karena kekecewaan seperti yang sudah disebutkan diatas, tetapi ini adalah rencana saya untuk memiliki kendaraan bermotor pribadi sejak beberapa bulan terakhir ini. Keinginan untuk memiliki karena terdorong untuk mendapat pengalaman lebih di daerah Solo dan sekitarnya, paling tidak mengetahui jalan-jalan di daerah dimana saya tinggal :)
Sebelumnya juga saya memiliki sepeda onthel yang saya pakai untuk berkeliling kota Solo, namun karena malas dan dengan alasan capek atau panas disiang hari, bersepeda akhirnya jarang sekali dilakukan, karena juga tidak ada teman lagi untuk bersepeda.

'Immanuelo', saya kira layak untuk saya panggil motor yang saya punya ini. 'Immanuelo' berasal dari kata 'Immanuel' yang berarti Tuhan beserta kita, huruf 'o' terakhir menandakan jenis kelamin pria (biar keliatan jantan, ha..). Harapannya siapapun orang yang menaiki motor ini selalu diingatkan bahwa Tuhan selalu beserta dimanapun berada, bahkan dalam perjalanan sekalipun.

Immanuelo si Yamaha Jupiter Z1 putih, semoga bisa menolongku 'berakselerasi mengarungi hidup', supaya hidup lebih hidup.

Kamis, 04 Oktober 2012

Tukang Sayur Gaul

Pagi hari ketika saya berangkat ke kantor, saya beberapa kali menjumpai tukang sayur keliling yang menjajakan dagangannya ke ibu-ibu rumah tangga. Ada yang beda dengan tukang sayur biasanya, kali ini yang berjualan adalah pria muda dengan membawa motor laki keluaran baru (dua atau tiga tahun terakhir). Saya juga mendengar bagaimana dia menjajakan dagangannya dengan suara lantang tapi khas. Gayanya menawarkan dagangannya ke ibu-ibu, termasuk cara berkomunikasinya. Dengan caranya yang demikian, ternyata membuat para ibu rumah tangga lebih tertarik untuk membelinya.

Saya melihat pendekatan tukang sayur dalam menjajakan dagangannya. Beliau tidak sekedar menjual dagangan dengan sarana apa adanya, tetapi ada apanya :) Beliau memanfaatkan media guna mendapatkan hasil yang maksimal. Patut ditiru untuk setiap orang yang akan membuka usaha (bahkan yang tidak memunyai usaha sendiri a.k.a karyawan). 'Beda', saya pikir inilah kuncinya, kreatif dan inovatif.

Minggu, 30 September 2012

Sedikit Kecewa dengan Layanan Kereta Pramex

Madiun Jaya (Manja) AC
Saya sebagai pelanggan setia pramex (Prambanan Express) Jogja-Solo (paling tidak satu bulan sekali) merasa kecewa dengan layanan yang diberikan oleh dinas perkeretaapian. Bagaimana tidak jadwal pramex yang dulu cukup banyak sekarang beberapa jadwal keberangkatan ditiadakan. Beberapa jadwal keberangkatan digantikan dengan adanya kereta manja (Madiun Jaya AC) yang harganya dua kali lipat dari harga tiket pramex. Di awal-awal memang kereta manja cukup nyaman, karena setiap penumpang pasti akan mendapat tempat duduk sesuai nomor kursi pada tiket yang telah dibeli, namun untuk saat ini kereta manja pun terdapat tiket berdiri (tidak dapat tempat duduk) dengan harga normal dua puluh ribu rupiah. Saya juga sempat merasakan dapat tiket berdiri.

Menurut saya kereta manja sekarang tidak ada bedanya dengan pramex, adanya AC hanya sebuah label saja, tidak ada bedanya jika di dalam tetap saja berdiri. Sekarangpun pengguna pramex semakin banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk jadwal-jadwal tertentu kreta pramex selalu dipadati penumpang, bahkan tidak ada ruang kosong diantara kursi penumpang. Lebih parah lagi sudah tahu penuh tetap saja ada kreta makanan yang lewat, sangat-sangat membuat tidak nyaman penumpang.

Kereta api menurutku transportasi umum nomor satu yang bisa digunakan. Namun jika seperti ini terus, penumpang bisa kecewa. Saya juga tidak tahu bagaimana cara mengatasi melonjaknya penumpang, ditambah jadwal lagi mungkin???

------------------------

Sebagai tambahan, saya sertakan jadwal KA Pramex dari stasiun Lempuyangan s.d. stasiun Balapan atau sebaliknya, berlaku mulai tanggal 20 Juli 2012  
-- maaf kalau gambar kurang jelas :) --

Jadwal Prameks dan Manja

Jumat, 28 September 2012

Pijat Keber


Di daerah solo ada jasa pemijatan di emper pinggiran toko. Biasa mereka buka praktek pukul 18.00 WIB dengan cara memasang tenda sementara yang sederhana, ya sebatas bisa digunakan untuk membaringkan tubuh dan ruang untuk memijat pasien. Beberapa diantaranya memberikan tulisan di tendanya 'ahli pijat syaraf, menghilangkan capek, letih lesu, dsb', namun ada juga yang tidak. Ternyata tidak hanya kaum pria (bapak) saja yang membuka praktek, ternyata kaum wanita (ibu) pun ada yang membuka praktek pemijatan seperti ini.

Ha...
Karena penasaran dengan kualitas pemijatan itu, akhirnya saya mencobanya ditemani sahabat saya. Pertama kami bertanya harga, "Pak harganya berapa?".  "Tiga puluh ribu", jawabnya. Kami kemudian menawarnya, "Gimana kalau dua puluh lima ribu Pak?". "Ah sudah biasanya mas, masak pakai tawar menawar.", jawab bapak pemijat itu. Ehhmmm setelah pikir beberapa saat, akhirnya saya mengiyakan "Ya sudahlah mau.", kemudian saya pun mencobanya meskipun tidak dengan harga yang cocok.

Akhirnya sestsettstestesesstet...... dipijatnyalah saya, ha....
Bapak itu juga bercerita tentang ibu pemijat lain yang berada di depan tempat praktiknya yang memberikan harga murah. "Lah kalau simbok-simbok paling cuma mak nyet... mak nyet...nyet... sudah. La kalau itu dua puluh ribu saja sudah mau."
Sembari dipijat saya mendengar Bapak itu berbicara, meskipun dalam hati saya pun tidak puas dengan hasil pijatannya. "Kuat si kuat Pak (dibanding ibuk-ibuk) tapi gak gini-gini juga kaleee.", batinku. Ya memang pijatannya mantap dan kuat tapi bapak ini tidak tahu bagian-bagian yang sakit. Saya juga sempat menguji kemampuan secara teori, "Pak kok dipijat kakinya bawah sakit, padahal yang lain tidak Pak?". Saya pikir bapak ini akan menjelaskan secara rinci penyebab sakit pada bagian kaki yang dipijat. Ternyata dengan santai bapak itu menjawab, "Ah itu mah biasa.". "Asem...asem...", batinku, "Bapak ini yang penting modal tangan dan handbody saja sudah bisa buka praktek pemijatan, yang penting kerasa mantap."

Secara hitung-hitungan bisnis, bapak ini menerima uang tiga puluh ribu rupiah per pasien. Kalau dalam satu malam saja bapak ini menerima pasien minimal tiga saja, berarti dia sudah memperoleh sembilan puluh ribu per malam (baca hanya tiga jam). Menggiurkan bukan, bagaimana kalau kerja sampingan jadi tukang pijat, modal kekuatan tangan dan pelicin saja :D (just kidding)

Hahhh.... ya begitulah pengalaman saya, konyol juga... Tapi paling tidak akhirnya saya bisa merasakan pijat kembali setelah sekian lama tidak pernah dipijat, meskipun sangat-sangat tidak memuaskan :)
Dulu waktu masih tinggal bersama orang tua, saya kerap kali dipijat oleh tetangga saya yang juga profesinya sebagai pemijat. Lebih enak dan nyaman dibandingkan dengan yang ini, ha...
Lain kali bisa coba pijat oleh wanita cantik aja yang ada di panti pijat kelas atas, hahahaha.a.....


Catatan (20131105): Pijat keber seharusnya pijat geber. Geber adalah kain yang dibentangkan untuk menutupi sesuatu.
Dalam KBBI:  ge·ber Jw n tirai atau layar pd pentas pertunjukan sandiwara dsb.

Update 5 November 2013
Baca juga: Pijat Lagi

Rabu, 19 September 2012

Belajar Cinta

Aku pernah beranggapan bahwa cinta adalah sesuatu yang sepele, semua pasti dengan mudah memiliki dan bisa melakukannya. Anggapan itu aku pegang sampai beberapa waktu hingga aku sadar bahwa itu salah. Cinta adalah sebuah proses, cinta juga butuh belajar, cinta juga adalah sebuah pilihan. Mencintai dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan dan dengan segenap akal budi. Kemudian mengekspresikannya dalam pikiran, perkataan, juga dalam perbuatan.

Selasa, 11 September 2012

Saya Tidak Marah

Beberapa hari yang lalu, ketika selesai mengikuti suatu acara saya menunggu di jemput oleh saudara saya. Saya bersedia menunggu karena saat itu beliau berkata sanggup untuk menjemput dan mengantar saya untuk kembali. Ketika saya hubungi kembali beliau berkata "Bisa, ya nanti jam satu", saya setuju karena saat itu jam jadwal keberangkatan kereta pukul setengah dua siang. Akhirnya saya menunggu beberapa waktu di warung internet, sembari mencari beberapa resource. Setelah saya hubungi kembali ternyata beliau akan bisa menjemput jam setengah dua padahal saat itu sudah jam satu lebih seperempat. Saya berusaha tidak marah, meskipun saat itu merasa jengkel sekali. Akhirnya saya memutuskan tidak menunggunya dan pulang sendiri.

Saya bersyukur, saya bisa meredam emosi, meskipun saya memutuskan untuk pulang sendiri. Hal ini saya lakukan supaya saya mengajarkan beliau juga untuk menghargai orang lain. Saya tidak marah, saya memaklumi, karena dia juga pada saat itu sedang bekerja. Saya tidak marah, saya hanya mau mengajarkan hal baik. Saya tidak marah, karena saya mengasihinya.

Minggu, 09 September 2012

Rotinya Mas

Ketika selesai mengikuti acara, saya menunggu jemputan di salah satu tempat duduk di dekat tempat parkir. Tiba-tiba ada dua ibu yang hendak lewat di depanku, "Permisi Mas...", katanya. "Iya mari Ibu...", jawabku. Ternyata kedua ibu itu hendak duduk di samping bangku dekat saya. Eee.. tiba-tiba saja mereka menawarkan makanan ke saya, "Mas mau roti?". Tidak pikir panjang lagi saya menganggukkan kepala dan langsung saja menerima roti itu, "Terima kasih Bu..", jawabku.

Ternyata masih ada orang baik di dunia ini :D
Alangkah indahnya hidup berbagi, bahkan dengan orang yang belum pernah dikenal sekalipun.

Etis???

Jumat kemarin, ketika saya sedang naik kereta dalam perjalanan pulang ke kampung halaman, saya bertemu dengan seorang pria muda. Sebelum ngobrol dengan saya, saya sempat mengamati gerak-geriknya. Saat itu dia mempersilahkan seorang pemudi yang ketika itu dalam posisi berdiri karena tidak kebagian tempat duduk di dalam kreta. Saya pikir pemuda ini mempersilahkan duduk karna dia adalah seorang perempuan muda yang cantik.

Tidak berapa lama dia mendekati saya dan sejenak berbicara kepada saya. Ya pertanyaan umum, mau pulang atau sedang mau berangkat, rumahnya mana, kerja dimana, dulu sekolah dimana, dan blablablabla...
Tiba-tiba dia juga berkata kepada saya, "Coba seandainya pihak perkeretaapian memberlakukan semua penumpang dilarang untuk membuka gadget ketika dalam perjalanan?". "Lo emang kenapa", tanyaku. "Iya tidak etis saja. Coba saja seandainya mereka tidak membuka gadgetnya, dan memperhatikan sekelilingnya. Alangkah indahnya hidup ini. Bisa menegur orang yang ada di samping tempat duduk, menyapa, bertanya, berbagi informasi, bahkan mungkin juga bercanda. Manusia tidak hanya memenuhi kepentingan dirinya sendiri tetapi juga orang lain, siapa tau dia adalah riski bagi kita, atau justru kita yang jadi riski buat mereka".

Ya dari pertemuan ini saya bisa belajar dari pemuda ini, belajar untuk tidak mementingkan diri sendiri, tetapi juga meperhatikan keadaan sekitar, sehingga bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Kamis, 30 Agustus 2012

Dinamika Hidup

Jangan pernah lewatkan kesempatan yang ada saat ini.
Ketika bertemu dengan siapapun, ketika berada dimanapun, ketika dalam waktu kapanpun, ketika menjumpai apapun, ketika dalam kondisi bagaimanapun.
Nikmati hidupmu ini.
Waktu tidak pernah akan kembali, kesempatan tidak akan terulang.
Cintailah orang yang mencintaimu, tetapi cintailah juga orang yang membencimu.
Bersukacitalah bersama orang yang bersukacita, tetapi hiburlah orang yang berdukacita sehingga iapun bersukacita.
Tertawalah terhadap orang yang mau tertawa bersama, tetapi berikan senyum manis kepada orang yang mungkin tidak mau tertawa bersamamu.
Menangislah kalau memang perlu.
Berteriaklah kalau memang harus.
Mengeluhlah jika memang terpaksa.
Berusahalah
Berdoalah

Minggu, 25 Maret 2012

Plesir ke Batu

Selama dua hari ini saya bisa menikmati lingkungan kota Batu, Malang, Jawa Timur. Tidak semua tempat saya kunjungi, tapi cukup banyak juga aktivitas yang saya lakukan disana bersama teman-teman.
Dilihat dari lokasinya, memang daerah ini sangat cocok sebagai daerah tujuan wisata. Saya kurang paham secara geografis tapi saya tahu kalau Batu berada di atas kota Malang. Saya lihat ada beberapa gunung yang mengapit kota batu, Gunung Arjuno, Gunung Bromo. Daerah yang sejuk (dingin) yang juga cocok buat beberapa tumbuhan atau buah untuk tumbuh disana. Di beberapa tempat juga saya lihat banyak sekali villa disana. Sangat cocok juga buat tempat retreat. Banyak juga tempat wisata, entah ada berapa tempat wisata disana, yang saya tahu (ingat) ada Batu Secret Zoo (Jatim Park 2), Jatim Park 1, BNS (Batu Night Spectacular), Payung, Panderman, dan banyak lagi. O ya kalau belum sempat mengunjungi tempat-tempat wisata lain, paling tidak harus mengunjungi alun-alun kota Batu, disana ada feris wheel, melihat kota batu dari atas.
Asik juga perjalanan ini, menikmati segarnya -- udara, air, susu juga :) -- di kota Batu.

Jumat, 20 Januari 2012

27 tahun

Aku menganggap usia 27 tahun adalah salah satu titik penting dalam hidup, yaitu masa-masa transisi, menuntut ilmu, mendapat pengalaman kerja dan menuju pemikiran yang jauh lagi, tentang masa depan. Aku banyak berefleksi di usiaku saat ini, banyak harapan yang muncul. Menjadi dewasa. Tidak hanya secara fisik, tapi secara mental maupun spiritual. Aku pun semakin mengenali diriku, paling tidak aku tahu kelemahan dan kelebihanku. Aku semakin tahu, tapi ada banyak pertimbangan untuk mewujudkan itu semua. Itu tantangannya.
Ada banyak hal yang perlu dilakukan, pengalaman yang mengajarku, hikmat dan bijaksana yang membimbingku. Aku perlu kekuatan untuk merealisasikan, bukan tuan manapun di dunia ini. Dan aku harus berani mengatakan bahwa aku perlu Tuhan. Dia segalanya.