Minggu, 30 Desember 2012

Natal (juga) Sebagai Media Silaturahmi

Jika saya kembali ke kota kelahiran saya ketika Natal, maka tidak asing lagi jika masyarakat kristiani merayakan hari raya Natal  juga seperti merayakan hari raya Idul Fitri. Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat kampung kami untuk bisa berbagi dengan masyarakat yang lain. Maka tidak heran jika setiap rumah orang yang merayakan akan tersedia banyak makanan di meja tamunya. Banyak warga sekitar dan juga sahabat berkunjung untuk silaturahmi paling tidak mengucapkan salam.

Dulu (ketika saya masih kecil) event seperti ini paling ditunggu-tunggu, kami berkunjung ke rumah-rumah sekedar mengucapkan salam, meskipun kadang kami tidak kenal dengan orang yang kami tuju. Pikiran kami, mendapat banyak makanan khususnya kalau ada makanan yang bisa dibawa pulang. Yang lebih menyenangkan bagi kami, ketika beberapa rumah memberikan amplop (uang) ke kami (anak-anak kecil). Pengalaman waktu kecil yang mengasyikkan jika dikenang :-)

Perbedaan tentu saja terlihat dari waktu ke waktu, dulu dan sekarang. Sekarang banyak orang yang jarang berkunjung ke tetangga/teman/kerabat. Mungkin juga hanya sebatas syarat jika sudah berkunjung. Ini menandakan sistem sosial yang semakin buruk, banyak orang lebih nyaman dengan kepentingannya sendiri. Tradisi yang dahulu bagi saya pribadi mengesankan, sekarang tidak lagi, mungkin para adik-adik kecil juga sudah tidak menikmati masa-masa indah seperti dahulu, menikmati masa kecilnya bersama teman sebaya untuk bisa mengenali lingkungannya.

Menurut saya, tradisi yang sudah lama terbentuk ini sebaiknya tetap harus dipertahankan (dilestarikan) karena tidak banyak daerah lain yang menerapkan tradisi seperti ini.
Saling berkunjung, saling silaturahmi, saling berbagi. Salam.

Selasa, 25 Desember 2012

Manusia Koin Pelabuhan

Jika saya menggunakan kapal laut ketika menyeberangi selat sunda, maka sudah tidak asing lagi ketika saya melihat beberapa manusia tengah berenang di pelabuhan Merak maupun Bakauheni. Mereka berenang di pinggir kapal sembari menunjukkan kepiawaian mereka dalam berenang. Tak hanya beraksi di air laut saja, bahkan mereka berani untuk menjatuhkan diri dari ketinggian di atas kapal. Ketika berada dikubangan air, mereka selalu melihat ke atas kapal ke arah penumpang yang menonton mereka. Tak ayal juga mereka berteriak sambil menunjuk kepada para penumpang. "Wooi jangan ditontonin doang!", "Lempar ke bawah!", kira-kira seperti itulah teriakan mereka. Mereka mengharap dari para penumpang kapal agar melemparkan uang (mungkin ga koin lagi) ke bawah laut sekitar kapal dan mereka segera mengejar dengan kelihaiannya dalam berenang.

Manusia koin pelabuhan begitu saya menyebutnya, mungkin sudah tidak relevan di waktu sekarang karena uang koin lima ratus rupiah sudah tidak lagi bernilai tinggi bagi mereka. Para manusia koin pelabuhan berjuang sesuai kemampuan dan keahlian mereka, mungkin resiko besar harus meseka tanggung, berhadapan dengan kapal besar dan ombak serta dinginnya air laut. Tapi mereka tetap berjuang, menghibur para penumpang kapal dengan pertunjukan renangnya. Salut buat mereka yang bertahan hidup dengan cara yang benar, menjual hiburan sebelum melakukan perjalanan di atas kapal.

Trip To Metro

Tanggal 24 dan tanggal 25 saya melakukan perjalanan ke tempat lahir saya. Secara normal waktu yang ditempuh menggunakan bus adalah 22 jam, jogja-metro. Bus biasa saya gunakan sebagai sarana transportasi sejak saya masih kuliah dulu. Rekan-rekan saya juga memakainya sebagai transportasi utama, lebih murah jika dibandingkan dengan pesawat :)

Dalam perjalanan ini sedikit ironis, karena saya sempat salah 'dinaikkan' bus tujuan Jambi, untung saja saya tidak sampai kesana, bisa-bisa jadi perjalanan yang panjang dan berkesan :)

Btw, ini masih otw, kemungkinan akan sampai di Metro tidak dalam waktu yang direncanakan (lebih lama).
Have a nice trip in the xmas time :)

Sabtu, 22 Desember 2012

Ia memandikanku

Terlintas di ingatanku...
dulu...

Ketika ia mencariku pada waktu sore hari
berteriak mengejar memintaku untuk segera mandi
aku terus saja bermain
hingga ia harus membawa sepotong kayu kecil
hanya untuk menggertakku.

Lalu ia memandikanku
menggosokkan tangan lembutnya ke tubuhku
namun kadang juga sambil ngomel ia memarahiku
aku sadar saat itu aku yang bandel
namun aku tetap saja menggerutu.

Aku juga ingat ketika transisi dari masa kecil
waktu itu aku sudah mandi sendiri untuk beberapa kalinya
hingga suatu kali aku jadi ingin dimandikan lagi
dan aku pura-pura malas mandi
lalu ia memandikanku, senang rasanya.

Terima kasih buat ibu
Kasih sayangmu untuk selamanya


Ini ceritaku di hari ibu, mana ceritamu...

Minggu, 16 Desember 2012

Saya Tidak Bisa Menulis

Saya tidak bisa menulis... Benar ataukah salah tulisan saya... Saya tidak bisa menulis seperti orang-orang yang bisa dibilang 'intelektual'. Cuma saya ingin berbagi dalam tulisan. Mungkin banyak orang bilang, laki-laki kok curhat (*audibel ataupun tekstual*), mungkin juga kesannya cengeng, mungkin juga kesannya lemah. Menulis, apapun itu, menurut saya sebagai relaksasi, ekspresi, mediasi dalam hidup. Sekali lagi entah itu bermutu atau tidak, tergantung perspektif orang. Tentu saja harapannya apa yang ditulis bisa menjadi berkat, dan inspirasi bagi yang membaca.
-- Yang penting tulis aja, mari!!! :) --

Minggu, 09 Desember 2012

Pertama Kali Coba Layanan Air Radiator

Tadi ketika akan kembali ke tempat kos, kendaraan roda dua yang saya tunggangi bannya sedikit kempes. Sambil melaju saya lirik kekiri jalan untuk melihat bengkel yang masih buka. Sebenarnya di pikiran saya sebelumnya sudah berencana akan ke pom bensin yang menyediakan air radiator secara gratis. Maklum belum pernah menggunakan layanan ini, jadi carinya tetap aja ke bengkel. Akhirnya daripada harus lihat bengkel saya putuskan untuk lihat pom bensin saja. Dua pom bensin yang saya lewati dan berada di kanan jalan saya ternyata tidak tersedia, saya tidak tahu pasti karena saya tidak masuk ke areanya. Akhirnya saya menjumpai pom bensin yang berada di sebelah kiri jalan, dan tersedia layanan air radiator gratis, sayapun masuk dan mengisi ban motor.

Ya lumayan bisa ngirit seribu rupiah :-)
Lebih penting lagi layanan publik semacam ini perlu diperluas. Bentuknya saya juga tidak tahu pasti. Paling tidak bisa menolong masyarakat.
Bagi pengendara contohnya seperti ini [ ga serius :-) ]
- Air minum putih gratis (bisa-bisa banyak orang ambil air dari sini :-)
- Tempat beristirahat sementara bagi pengendara (ini lagi bisa jadi tempat penampungan :-)
- Parkir gratis
- dll