Rabu, 21 Agustus 2013

Saya Tidak Suka Obat Nyamuk

Beberapa minggu ini, banyak sekali nyamuk berkeliaran di kamar. Nyaris lembur sampai pagi hanya karena gangguan yang selalu datang di sekeliling tubuh ini. Terpaksa saya harus memasang obat nyamuk oles maupun bakar, padahal saya paling tidak suka memakai obat nyamuk jenis apapun sejak dahulu.

Electric mosquito killer a.k.a. raket pembunuh nyamuk elektrik menjadi alat terbaik untuk membunuh nyamuk, menurut saya, jadi saya membelinya. Aman tanpa efek obat kimia yang bisa mengganggu kesehatan tubuh.

Semoga bisa beristirahat dengan damai.

Selasa, 20 Agustus 2013

Jalanan Mulai Macet

Peningkatan alat transportasi kendaraan bermotor di Solo mulai terasa. Jika dibandingkan tiga tahun yang lalu (atau bahkan enam bulan yang lalu), jalan yang sering saya lalui tidak seramai sekarang ini. Kemacetan akan terjadi pada jam-jam tertentu. APILL (alat pemberi isyarat lalu lintas) yang bertugas mengendalikan arus lalu lintas dipersimpangan jalan sudah tidak sanggup menangani masalah ini. Beberapa polisi dan 'petugas pengatur lalu lintas' diterjunkan guna membantu kelancaran laju kendaraan.

Khusus jalan yang saya lalui adalah pertigaan dekat terminal tirtonadi. Kemacetan akan terjadi saat orang mulai berangkat dan pulang bekerja, yaitu sekitar pukul 08.00 AM dan 17.00 PM (pada jam-jam ini biasanya beberapa ruas jalan akan mulai padat). Kendaraan mobil dan motor biasanya akan berjejal, untung saja ada petugas yang mengatur pergerakan kendaraan sebagai ganti (pembantu) lampu APILL. Bahkan mungkin karena padatnya lalu lintas, beberapa aturan ada yang berubah. Sebelum lebaran yang lalu (sebelum tanggal 7 Agustus 2013), jika akan belok ke kiri (ke arah nusukan) harus mengikuti lampu lalu lintas, namun sekarang sudah diganti menggunakan rambu 'ke kiri jalan terus' yang artinya kendaraan bisa langsung jalan bila belok ke kiri. Pengalihan arah jalan bagi pengguna kendaraan juga dilakukan untuk mengatasi kemacetan.

Beberapa jalan lain yang memiliki kemungkinan besar terjadi kepadatan adalah jalan yang melintasi rel kereta api. Pada jam datang/kembali dari kantor kendaraan biasanya harus mengantri melewati palang pintu kereta api.

Sebagai pengguna jalan, pastinya saya menginginkan jalan yang selalu lancar. Namun melonjaknya jumlah kendaraan bermotor saat ini yang tidak disertai perluasan jalan mengakibatkan pudarnya harapan seorang pengguna jalan. Semoga pemerintah akan mengkaji sehingga menghasilkan keputusan yang terbaik dalam hal prasarana transportasi  darat, selanjutnya bisa direalisasikan.

Rabu, 14 Agustus 2013

Berkunjung Ke Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto

Rumah saya yang ada di Jogja bertetangga dengan kampung pak Soeharto, Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di kampung inilah pak Soeharto dilahirkan sekaligus didirikannya Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto yang diresmikan tanggal 8 Juni 2013 bertepatan dengan hari kelahiran mantan Presiden Republik Indonesia, 8 Juni 1921. Memorial ini dimaksudkan untuk mengenang jasa dan pengabdian Jenderal Besar HM Soeharto kepada bangsa dan negara RI. Memorial ini dibangun oleh Probosutedjo, adik dari Soeharto, diatas tanah milik eyang buyut pak Harto.

Saat liburan lebaran kemarin saya berkesempatan untuk mengunjungi memorial ini. Kebetulan ada saudara yang tinggal di Kemusuk, jadi saya bisa menitipkan kendaraan, dan berjalan kaki untuk menuju memorial. Ketika berada di pintu masuk terlihat jelas patung Soeharto yang berdiri tinggi memberi perhatian kepada setiap pengunjungnya. Terlihat sekaligus, bangunan joglo yang berada di tengah area dibelakang patung. Setelah masuk museum, 'tontonan' utama adalah foto-foto Soeharto beserta sejarah masa pemerintahan Soeharto, di bangunan joglo diputar audio dan video beserta informasi yang bisa dilihat dan dibaca dalam bentuk komputer layar sentuh. Di bangunan joglo juga bisa digunakan untuk beristirahat sembari mendengar dan melihat video pak Harto yang ditayangkan di layar monitor.

Setelah mengunjungi memorial ini, kesan saya memorial Soeharto cukup modern. Hampir sebagian besar sudah menggunakan peralatan digital (elektronik). Antara lain, pintu masuk museum menggunakan sensor otomatis, display gambar menggunakan LCD projector, buku elektronik yang dapat dilihat melalui media komputer touchscreen. Kesan tradisional tidak banyak saya dapat kecuali bangunan joglo yang menggambarkan bangunan khas tradisional Jawa.

Mungkin banyak pro dan kontra selama kepemimpinan Soeharto. Paling tidak memorial ini bisa mengingatkan saya (bangsa Indonesia) untuk berjuang dan menegakkan kebenaran di negara Indonesia tercinta.

Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto, tempat 'gratis' yang bisa dikunjungi untuk menilik kampung Soeharto. :-)

Selasa, 13 Agustus 2013

Tidak Ada Kode Untuk Sementara

Selama satu minggu saya membebaskan diri dari kode program. Liburan lebaran memberi ruang pikir untuk hal-hal lainnya. Menikmati waktu sejenak bersama adik-adik terkasih, selagi masih ada kesempatan berkumpul meskipun tidak bersama dalam keluarga lengkap (orangtua dan anak-anaknya). Beda pulau memisahkan kami dengan orang tua beserta kakak. Ini juga karya terindah dari Tuhan.