Sabtu, 12 April 2014

Mungkin perlu defragmentasi

Data yang ditampung sudah banyak, secara teori seharusnya akan mengalami pembengkakan yang mengakibatkan berkurangnya kapasitas ruang penyimpanan. Namun tidak demikian dengan otak. Saya tidak tahu persis berapa tepatnya kapasitas otak manusia, karena saya tidak mendapat informasi yang sama dari beberapa riset yang dilakukan ilmuwan, ada yang mengatakan hanya beberapa ratus megabyte, bahkan ada yang mengatakan milyaran megabyte -- 1 megabyte = 1024x1024 byte. Yang saya tahu pasti otak mampu menampung berapapun jumlah informasi yang diterima, otak memiliki kemampuan lebih dari komputer tercanggih yang ada saat ini dengan algoritma dan perhitungan yang sangat kompleks.

Saya tidak tahu berapa total informasi yang telah saya terima. Saat ini saya telah berusia dua puluh sembilan tahun, dan jika setiap detik saya bisa menampung ribuan informasi unik, berarti dalam usia ini secara kasar saya mendapat informasi ribuan triliun item, belum lagi jika dihitung hal-hal detil lainnya.

Informasi yang saya terima kemungkinan tidak tersusun secara rapi. Kalau berbicara ilmu komputer data mengalami fragmentasi, artinya data tidak menempati ruang yang saling berdekatan tapi terpisah. Akibat yang ditimbulkan sistem akan mengalami proses yang lebih lama karena harus meloncat ke ruang yang berbeda untuk mrndapatkan data yang seharusnya satu kesatuan. Nah bisa jadi apa yang saya alami mengalami hal yang demikian. Kadang saya harus berfikir lama untuk merangkai data supaya terkummpul sehingga menghasilkan informasi yang tepat sesuai dengan yang dikehendaki.

Defragmentasi yaitu proses untuk menangani berkas-berkas yang mengalami fragmentasi. Saya tidak tahu cara yang tepat untuk mengatasi masalah ini untuk setiap otak manusia. Tetapi setiap orang pasti punya caranya sendiri. Belajar!

Sekali lagi otak memiliki kemampuan yang canggih dibanding teknologi yang ada saat ini. Bisa saja tidak harus melakukan defragmentasi tetapi hanya perlu tahu jalan yang menghubungkan saja, karena otak adalah sebuah jaringan. Artinya setiap informasi saling terhubung seperti halnya media sosial yang dapat kita ketahui saat ini, setiap orang dapat saling terhubung dalam komunitas apapun yang berbeda.

Ini hanya sekelumit kisah bagaimana harus berjuang untuk menyelamatkan media penyimpanan saya. Saya tidak ingin media ini rusak sehingga tidak bisa digunakan lagi. Lebih dari itu media ini bisa melakukan perhitungan yang akurat dan cerdas.

Tidak ada komentar: