Selasa, 20 Mei 2014

Nonton Dragon Ball Ah

Beberapa hari terakhir ini saya menonton film animasi jadul, 'Dragon Ball Kai' -- ga penting banget ya :-) Sengaja saya menonton dari awal (meskipun dalam seri ini Sun Goku sudah mempunyai isteri dan anak) sekedar untuk mengobati rasa penasaran saya tentang ceritanya Sun Goku menyelamatkan manusia dari orang-orang jahat. Maklum dulu (waktu masih sekolah) nontonnya hanya kalau ada waktu saja, apalagi stasiun televisi menayangkan pada hari Minggu pagi, yang hampir bersamaan dengan ibadah Minggu kristiani. Disela-sela waktu, saya menontonnya sebagai salah satu bentuk rekreasi digital, melonggarkan saraf-saraf otak menikmati cerita visual buatan negara Jepang.

Sangat seru melihat perjuangan Sun Goku menyelamatkan orang dan dunia yang dia cintai. Dalam kondisi apapun, dia tetap membela sekuat tenaga meskipun dirinya sendiri harus terluka. Sun Goku berlatih keras untuk melawan musuh-musuhnya, dia memanfaatkan tempat dan waktu kapanpun dia berada. Contoh saja ketika dia mati melawan Raditz karena jurus Piccolo, dia berlatih dengan Kaio Sama sampai dibangkitkan lagi ke bumi. Demikian juga ketika pergi ke planet nameks untuk melawan Freeza, Goku berlatih keras selama perjalanan di dalam capsule. Lalu setelah planet nameks hancur, dengan kendaraan yang dipakainya menuju planet Yardat, di planet tersebut dia belajar jurus baru lagi. Dan mungkin masih banyak lagi latihan Goku untuk melawan musuh-musuhnya sehingga mendapat kemenangan dalam pertarungannya.

Yang menarik dalam cerita ini adalah cara berlatih Goku, dia belajar di tempat manapun dan kapanpun berada. Disadari atau tidak, seringkali yang menjadi alasan utama tidak belajar adalah tidak ada waktu. Akhir-akhir ini saya sendiri mulai berefleksi tentang cara supaya bisa belajar dalam waktu yang (katakanlah) terbatas. Ada kesempatan yang sangat luas untuk belajar didalam setiap hal yang dikerjakan. Memanfaatkan setiap moment yang terjadi supaya bisa dijadikan bahan pelajaran. Memproses setiap kejadian, kemudian memikirkannya sehingga mengetahui manfaat untuk saat ini ataupun saat yang akan datang.

Sabtu, 03 Mei 2014

Break

Hari libur akan terasa menjemukan jika hanya berada di rumah sendirian. Maka akan lebih baik jika keluar dan menikmati suasana yang berbeda dari biasanya. Kondisi yang paling saya sukai adalah berada dalam kesejukan alam. Liburan kali ini saya me-refresh diri dengan berkunjung ke taman kota yang masih sejuk, dengan semilir angin dibawah rindangnya pohon, menatap kesegaran air di tepi kolam. Tempat yang paling dekat dengan biaya nol rupiah.

Sembari menikmati alam, kali ini saya juga membaca buku yang saya dapat beberapa waktu yang lalu. Topik penting selain pemrograman :-), kepemimpinan kristen. Topik menarik yang perlu diketahui oleh para semua orang supaya bisa memimpin secara benar sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Mengajarkan bagaimana memimpin bukan karna ambisi pribadi tetapi demi Kristus. Tidak mudah menjadi pemimpin kristen, karna banyak yang dunia ajarkan akan bertolak belakang dengan prinsip-prinsip kekristenan. Bisa jadi ketika menjadi pemimpin akan banyak yang tidak suka, tapi satu hal yang bisa jadi alasan dan motivasi melakukannya, untuk Kristus.

Selain baca buku sebenarnya saya juga mencoba untuk menulis blog dengan beberapa pendekatan tetapi tidak jadi-jadi :-) akhirnya saya memutuskan untuk menulis langsung dan ringan saja. Dan inilah hasil tulisan dengan pemicu 'daripada tidak ada / tidak menghasilkan'

Lain kali saya akan belajar membaca, memahami, dan menulis lebih baik lagi melalui pengalaman hidup yang sudah saya dapat :-)