Minggu, 12 Juni 2016

Aroma Gabah

Aroma gabah (butir padi yang lepas dari tangkainya) begitu menyengat ketika seseorang mengeluarkannya untuk dijemur diterik matahari. Aroma yang khas yang mengingatkanku tentang masa kecil. Saya sering bermain disawah, saya sering menjemur gabah, saya sering ikut menggiling padi di pabrik.

Orangtua dengan pekerjaan sambilan sebagai petani (peran yang dilakoni setelah mengajar) seringkali mengajak kami anak-anaknya untuk bertani disawah, kadang kami ikut untuk mencangkul, mencabut rumput, mengambil hama keong, memupuk, bahkan menuai padi. Kadang menjadi tugas yang menyenangkan ketika kami ingin mengisi waktu luang kami sambil bermain. Kami bisa memainkan lumpur disawah, keceh (bahasa jawa yang berarti bermain air), atau sambil cari belut. Namun tidak jadi menyenangkan ketika kami menganggap sebagai pekerjaan, yang berarti itu beban yang harus ditanggung. Pelajaran sederhana bagi saya saat ini, bagaimana saya bisa menyikapi setiap hal dengan lebih bijaksana, melakukan setiap hal dengan cara yang menyenangkan, menikmatinya seperti bermain, dan lebih lagi bersyukur karena itu adalah anugerah pemberian dari Tuhan.

---

Saya teringat, dulu pernah diminta untuk jadi insinyur pertanian karena kecintaan/passion/hobi ortu terhadap pertanian. Tapi saya tidak suka pertanian, tapi lebih memilih IT, bidang yang saat ini saya geluti. Peran yang hampir mirip dilakukan orangtua, sayapun membuka lahan, mengolah, memelihara melalui dunia digital. Tuaian lebih banyak, karena yang menikmati tidak hanya diri sendiri atau keluarga saja, tetapi orang banyak. Lebih lagi bisa berdampak besar, mengubah orang menjadi lebih baik dan benar sesuai kehendak-Nya.

Kalau bicara tentang hasil/tuaian adalah tergantung dari cara memelihara, petani harus setia dan tekun terhadap apa yang dikerjakan, tidak boleh putus asa, atau malas-malasan. Petani harus tahu tentang seluk beluk pertanian, cara memelihara mulai dari membajak, menabur benih, menyemai, menyiangi, mengairi, memupuk, hingga waktu menuai, harus tahu waktu (timing), obat, kadar (proporsi), alat-alat (tools), cuaca (kondisi), dll. Petani harus memiliki rencana, strategi, tanaman yang cocok untuk ditanam pada musimnya, serta langkah-langkah pemeliharaan. Tuaian yang besar akan diperoleh

Hal-hal diatas, sama halnya yang harus dilakukan ketika bertani di dunia digital.

---

Aroma gabah, menggugah untuk melakukan hal yang tak terbatas.