Sebagai warga pujakesuma (putra Jawa kelahiran Sumatera) yang tinggal dijawa, ada banyak kata baru yang dulu terasa asing didengar, seiring berjalannya waktu pada akhirnya menjadi terbiasa dengan kata tersebut. Namun hal yang masih terasa janggal ditelinga adalah tentang tela (baca:telo). Ada jenis telo yang seharusnya tidak dikategorikan sebagai jenis ketela atau umbi-umbian. Beberapa jenis nama telo yang saya kenal di Jogja diantaranya: telo jenderal atau dalam bahasa Indonesia ketela pohon atau singkong, telo pendem atau ubi jalar atau ketela rambat, telo gantung atau pepaya muda ... (mungkin masih ada yang lain lagi) ... Nah yang terakhir telo gantung atau pepaya tidak termasuk dalam kategori umbi-umbian. Berikut definisi umbi menurut KBBI: akar yg menjadi besar dan berisi (wortel, ketela, dsb): wortel adalah sayuran yg termasuk kelompok -- ; pangkal batang yg menjadi besar dan berisi yg dapat dimakan (spt talas, keladi); pangkal batang pohon berdaun tunggal (sp...
Bukan sesuatu hal yang muluk untuk dapat menikmati hidup ini. Minimal, lakukanlah satu hal saja dan lakukan itu dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi. Lakukan itu dengan totalitas, persembahkan apa yang kamu lakukan bukan untuk dirimu sendiri, tapi untuk Tuhan, maka kamu akan menikmati sukacita yang melimpah, yang tidak akan didapat darimanapun, kecuali dari Tuhan. Tambah satu, berarti juga ada peningkatan. Selesaikan satu dulu, baru lakukan yang lain. Keberhasilan satu akan mempengaruhi yang lain. Jika tidak berhasil pun, ada pelajaran yang didapat dari kegagalan, itu juga adalah peningkatan. Berfikir dan bertindak solutif bukan destruktif. Kegagalan/masalah pasti terjadi. Jadi tidak berfokus pada masalah, justru dengan masalah akan semakin bermasalah. Berfikirlah solutif untuk menyelesaikan masalah. Belajar dari masalah, tapi bertindak untuk menyelesaikan masalah. Satu hari adalah kesempatan, gunakan setiap kesempatan dengan baik. Satu hari adalah hadia...
Sudah lama sekali saya tidak melakukan perjalanan pendek dari Solo ke Jogja atau sebaliknya menggunakan transportasi umum kereta pramex (Prambanan Express). Kali ini saya mencoba kembali merasakan perjalanan menggunakan pramex. Kalau 'dulu-dulu' untuk membeli tiket tidak perlu mengantri panjang dan tidak dibatasi waktu, sekarang antrian cukup panjang dan batas pembelian waktu pembelian tiket adalah tiga jam sebelum jadwal keberangkatan, serta kuota yang diberikan (saya bertanya pada petugas) adalah dua ratus lima puluh penumpang. Sebenarnya ini menandakan kemajuan transportasi kereta di Indonesia, banyak orang yang lebih suka menggunakan kereta sebagai alat transportasi umum dibanding transportasi darat lain. Terbukti sudah sejak beberapa tahun terakhir sistem transportasi kereta banyak dilakukan pembaharuan. Oke.. sekarang kembali lagi, untuk mengobati kerinduan saya naik kereta pramex, saya hari ini rela antri untuk mendapat tiket. Saya datang jam 8.40, Dan ternyata baru da...
Komentar