Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Berlatih Piano, Senam Jari

Gambar
Saya bukanlah orang yang memiliki kepandaian istimewa dalam bermusik. Meskipun saya bisa juga memainkan beberapa alat musik, untuk diri sendiri. Kadang terdengar fals, tidak sesuai tempo, dan sering berpatok pada teks :-). Yah..paling tidak, saya menikmatinya. Saya tahu sedikit rumus matematis kunci/nada untuk beberapa alat musik, tahu solmisasinya. Dan yang paling penting saya tahu (alat) musik menjadi salah satu sarana untuk mengungkapkan isi hati kepada Tuhan, menjalin relasi dan berkomunikasi dengan Sang Pemberi Hidup, merefleksikan cinta kasih-Nya. Tidak semua orang memiliki kemampuan bermain alat musik yang baik, tentu saja orang-orang yang berbakat dan yang tekun berlatih yang akan bisa bermain musik dengan baik. Namun demikian dengan sedikit potensi yang saya miliki, saya mencoba untuk belajar alat musik baru. Mungkin kalau diukur tidak ada satu talenta, tapi saya mau belajar sesuatu yang baru, supaya talenta yang sangat sedikit itu bisa dimaksimalkan. Bisa mengagungkan da

Hukum Pareto di Handphone

Gambar
Perkembangan teknologi sangat maju dengan cepat sekali, baik dari sisi hardware maupun software, khususnya perkembangan mobile phone. Handphone sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dunia. Setiap harinya mereka hampir berinteraksi dengan perangkat ini, terlebih anak kecil, yang sudah dianggap sebagai generasi digital native, dengan sangat mudahnya berinteraksi dengan perangkat ini. Handphone atau smartphone adalah perangkat bergerak yang selalu dibawa kemana-mana. Perangkat ini bukanlah perangkat biasa yang hanya mampu untuk menelpon, kirim pesan, memfoto, rekam video, atau berselancar di internet tapi lebih daripada itu. Bahkan perkembangan hingga saat ini, perangkat ini mampu bertindak secara cerdas sesuai apa yang diinginkan user, seperti perkembangan Google Assistant yang baru diumumkan oleh Google saat event Google I/O tahun ini. Mereka mengumumkan perkembangan teknologi yang sangat canggih dan cerdas, salah satunya Duplex, asisten yang bisa menelpon dan memesan ke penyedia

Naik Pramex Lagi

Gambar
Sudah lama sekali saya tidak melakukan perjalanan pendek dari Solo ke Jogja atau sebaliknya menggunakan transportasi umum kereta pramex (Prambanan Express). Kali ini saya mencoba kembali merasakan perjalanan menggunakan pramex. Kalau 'dulu-dulu' untuk membeli tiket tidak perlu mengantri panjang dan tidak dibatasi waktu, sekarang antrian cukup panjang dan batas pembelian waktu pembelian tiket adalah tiga jam sebelum jadwal keberangkatan, serta kuota yang diberikan (saya bertanya pada petugas) adalah dua ratus lima puluh penumpang. Sebenarnya ini menandakan kemajuan transportasi kereta di Indonesia, banyak orang yang lebih suka menggunakan kereta sebagai alat transportasi umum dibanding transportasi darat lain. Terbukti sudah sejak beberapa tahun terakhir sistem transportasi kereta banyak dilakukan pembaharuan. Oke.. sekarang kembali lagi, untuk mengobati kerinduan saya naik kereta pramex, saya hari ini rela antri untuk mendapat tiket. Saya datang jam 8.40, Dan ternyata baru da

Gunakan Waktu

Gambar
Gunakan waktu yang dibrikan Tuhan waktu tlah berlalu dengan cepat Apa yang ada di dunia sekarang yang nanti takkan dibawa pulang Reff: Tiada yang tetap, tiada yang tetap semua yang indahpun akan lenyap Hanya kasih Tuhan yang takkan hilang tinggal tetap meski kita pulang Lirik lagu diatas mengingatkan saya kembali untuk mengisi waktu-waktu yang ada dengan baik, dan bertanggung jawab. Waktu berlalu dengan begitu cepatnya, tak terasa hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. "Hal-hal apa saja yang akan dilakukan hari hari?" Setidaknya ini menjadi pertanyaan reflektif yang perlu ditanyakan setiap hari, setiap pagi sebelum beraktifitas. Mengisi waktu dengan sesuatu yang berguna, bermakna, berdampak sudah tentu menjadi tujuan hidup ini. Hidup bukan untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain, hidup bukan hanya tentang dunia yang fana ini, tapi kekekalan. Hidup harus menjadi garam dan terang dunia, memancarkan kasih Allah yang sejati yang direfle

Makan Gule Kepala Ikan

Gambar
Hari ini setelah pulang kebaktian,saya pergi sebentar ke Toko Buku Gramedia untuk sejenak mencari inspirasi dengan membaca buku-buku yang dipajang, paling tidak bisa punya ide untuk mengisi blog ini :-) Saat hampir selesai, saya merasa lapar, karena saat itu sudah jam duabelas kurang dikit, waktunya untuk makan siang. Saya ingat dengan salah satu tempat makan yang menyajikan ikan sebagai masakannya, "Gule Kepala Ikan", jadi saya kesana karena tempatnya tidak jauh juga dengan toko buku. Awalnya saya kira yang disajikan hanya kepala ikan saja, tetapi ternyata ada tulang ikan yang sudah di fillet (diambil dagingnya). Tapi ditulangnya masih ada sedikit daging yang cukup untuk bisa dimakan dengan satu atau dua piring nasi. Dengan bumbu gule yang tidak terlalu kental dengan santan (atau mungkin tanpa santan), membuat saya bisa menikmati satu piring ikan besar tanpa merasa eneg. Sayuran dan sambal menjadi menu pelengkap santapan siang ini. Makan siang yang bergizi karena ikan me