Postingan

Menampilkan postingan dengan label kemampuan

Keinginan (antara kemampuan, kesempatan, keberuntungan)

Pernahkah terbayang jika apa yang kita harapkan pasti akan didapatkan. Senang, sukacita, bahagia, atau apalah itu namanya pasti akan dirasakan. Namun bagaimana jika itu tidak, kecewa, putus asa, menyalahkan, atau hal lainnya pasti dirasakan pula. Keinginan, pasti semua orang memilikinya. Keinginan (menurut saya) akan dapat diperoleh melalui beberapa faktor, salah tiganya (radha maksa ne bahasanya :D) adalah kemampuan, kesempatan, dan keberuntungan. Kemampuan. Dulu saya pernah punya keinginan untuk menulis sesuatu yang bisa dilihat orang lain. Tulisan yang berisi topik yang saya kuasai. Paling tidak memiliki sedikit kemampuan dalam beberapa bidang yang saya senangi. Dari sedikit kemampuan ini pada akhirnya saya telah memiliki media untuk menulis. Akhirnya apa yang saya inginkan terkabul. Dan karena sudah terbiasa secara tidak sadar akreditas menjadi naik menjadi agak banyak kemampuan :). Namun bagaimana jika ada orang merasa tidak punya kemampuan sama sekali? Bohong, sekali lagi pada...

Melihat sebuah kesempatan

Sebagai warga negara yang baik :) , pukul 10.00 WIB tadi saya pergi ke samsat untuk mengurus pajak kendaraan bermotor (orang bijak taat pajak). Dan inilah untuk pertama kalinya motor yang sudah aku tunggangi hingga 5 tahun mengganti plat. Tidak seperti pada pajak tahunan yang hanya memasukkan fotokopi bpkb, ktp, stnk pada salah satu loket dan kemudian menunggu panggilan selanjutnya. Pada pembayaran kali ini ternyata harus melalui beberapa prosedur tambahan yaitu cek fisik kendaraan, dan pembelian formulir. Bukan masalah bagaimana prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor yang akan saya bicarakan disini, tetapi saya melihat ada sebuah pelajaran yang patut dijadikan bahan renungan kita bersama. Namun sebelumnya saya akan bercerita sedikit mulai dari awal hingga akhir proses pembayaran yang saya alami tadi. Pertama, setelah masuk diarea kantor dan memarkirkan kendaraan, ada orang yang mendatangi menawarkan jasa untuk membayarkan pajak. Kedua, untuk melakukan proses pembayaran ...

Mimpi yang luar biasa

Mimpi, dalam ungkapan yang sering didengar sebagai buah tidur. Buah kadang berasa manis, tapi juga ada yang asem, bahkan pahit, demikian pula mimpi. Beberapa waktu yang lalu saya pernah bermimpi, dan mimpi itu membuat saya terkagum "kenapa saya bisa sampai bermimpi seperti itu". Yah sederhana tapi mengandung makna yang tidak sederhana. Menggambarkan sesuatu yang luar biasa. Masih teringat kalau saya bermimpi mampu bertutur kata dengan kalimat-kalimat yang "seperti seorang pakar", dengan bahasa yang sulit dibayangkan secara nyata. Tidak bisa dibayangkan betapa luar biasanya otak kita mampu menampung berbagai macam pengetahuan yang kita terima dalam kehidupan, baik secara sadar maupun tanpa disadari. Nah kalau direnungkan sebenarnya manusia mempunyai potensi yang luar biasa (bisa dilihat dari penggambaran mimpi yang saya alami). Bahkan bisa terjadi lebih dari itu dan tergantung dari potensi dari si pemimpi. Selanjutnya tergantung bagaimana kita mengelola potensi yang ...

Akhir kuliah

Setelah melewati masa panjang selama berkuliah, pada akhirnya tanggal 24 April 2009 yang lalu saya menjalani masa penentuan dimana itulah saat-saat akhir dalam masa kuliah. Ya pendadaran... Dalam waktu satu setengah jam berada diruangan bersama empat dosen penguji, saya merepresentasikan apa yang telah saya buat selama dua semester. Selama dua semester itu saya diarahkan oleh dua dosen pembimbing. Nasehat, saran, bimbingan yang akhirnya membuat diriku semakin bersemangat untuk dapat menyelesaikannya. Tidak hanya dalam aspek edukasi saja tetapi ternyata bimbingan moral yang membuat diriku semakin terpacu. SEMANGAT!!!SEMANGAT!!!SEMANGAT!!! kata yang sering ku dengar dari dosen pembimbingI (NAH). Yah...motivasi yang membuat diriku semakin yakin bahwa saya sanggup menyelesaikannya... Akhirnya terselesaikan juga.. Tiba saatnya pukul 14.00 WIB tanggal 24 April 2009, yang kata orang moment paling 'mengerikan', pendadaran.. Masuk ruangan - persiapan viewer - dosen datang - berdoa - pre...

Kekalahan dari dalam

Sugesti berarti suatu proses psikologi dimana seseorang bisa atau mampu untuk mengarahkan pikiran, perasaan dan tingkah laku orang lain ( Wikipedia ). Sugesti mempengaruhi seseorang sehingga menerima pikiran dan keyakinan tanpa bersikap kritis. Sugesti dapat membawa dampak positif namun juga membawa dampak yang negatif. Berdampak positif ketika sugesti dapat merubah seseorang menjadi lebih baik, berdampak negatif ketika merubah menjadi sesuatu yang tidak baik. Beberapa waktu yang lalu saya mengalami sesuatu yang menyebabkan kekalahan fisik pada diri saya. Entah apakah itu yang disebut sugesti atau bukan, yang pasti kekalahan tersebut berasal dari dalam diri sendiri, ketakutan yang berlebihan disertai pikiran yang menjatuhkan. Kondisi fisik tiba-tiba saja menjadi lemah, keringat dingin keluar, wajah pucat, dan kaki tak berdaya menopang tubuh. Sungguh peristiwa yang saya sendiri pun tidak mengerti, mengapa hal itu bisa terjadi. Belajar dari hal tersebut, ternyata sumber kekalahan adalah ...