Postingan

Menampilkan postingan dengan label peristiwa

Setiap detik bermakna

Apa yang telah kita alami dalam beberapa waktu lalu (satu detik / tiga detik / satu menit / lima menit / sepuluh menit / setengah jam / dua jam / satu hari / dua hari / beberapa hari) ? Seringkali kita tidak dapat 'merekam' beberapa peristiwa yang telah dialami. Menganggap semua hal biasa, tidak ada hal yang spesial dan penting. Coba pikirkan dan renungkan kembali, apa yang terjadi dalam hidup kita ini. Bagaimana kita bisa bertemu dengan orang lain? Adakah semuanya berjalan hanya dari kemampuan kita sendiri? Atau ada satu pusat yang menjadi kekuatan kita? Bagaimana kita bisa hidup hingga saat ini? Masih bisa makan, tertawa, bahagia, atau juga lapar, menangis, putus asa. Ya..semuanya indah...sangat...sangat indah...

Satu peristiwa banyak hal

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Jumat, saya mendengar informasi bahwa saudara sepupu saya mengalami kecelakaan. Informasi yang membuat saya terkejut, seakan tidak percaya. Sayapun bertanya pada beberapa orang, apakah informasi itu benar. Dan memang benar. Saya pun bergegas untuk menuju rumah sakit, dimana saudaraku di rawat. Akhirnya sampai di rumah sakit X. Ku tanya ke penjaga, ruang saudaraku dirawat. Lalu ditunjukkannya ruang xxxx lantai 3. Disana tak kutemui warga ataupun keluarga yang disana. Tetap ku menunggu disana hampir satu jam tanpa kepastian... Lalu saya ditelfon rekan satu kampung, bahwa saudaraku telah dipindahkan di rumah sakit Y. Lalu sayapun bergegas kesana. Tiba disana saya pun disambut dengan pertanyaan yang tidak saya duga sebelumnya.. "Darahmu apa?", kujawab B, "Ayo ikut, butuh darah B". Tanpa pikir panjang sayapun menganggukkan kepala, menyetujui untuk diambil darah. Saat itu dibutuhkan tujuh orang untuk diambil darahnya. Dan akhirnya da...

Ban penuduh

Beberapa kali ketika harus berangkat menuju kampus, motor yang aku tunggangi mengalami masalah pada ban. Kempes dan harus memompanya, mengisinya dengan angin, dan hal semacam itu berulang terjadi. Hingga suatu ketika ban bocor dan harus menggantinya dengan ban yang baru, kurang lebih Rp 30.000,00 melayang dari dompetku, padahal belum ada 3 bulan ban itu kuganti. Praduga tak bersalah muncul dalam benakku, jangan jangan....jangan jangan.... jangan jangan si penambal banlah yang sengaja melakukan skenario ini dengan merobek (jawa:njugil) ban pada dop -dengan merobek ban pada sekitar dop maka ban tidak bisa untuk ditambal, dan penambal pastilah mendapat keuntungan, hemat waktu hemat tenaga uang dapat. Namun tadi (baca Senin, 02 Maret 2009) pagi menyadarkan diriku bagaimana saya harus bersikap, untuk belajar mempercayai seseorang. Ban yang kerap kali kempes dan bocor, ternyata ada penyebabnya. Kawat kecil menyangkut pada ban dalam, kecil namun sangat merugikan. Ditambah dengan nekatnya saya...