Postingan

27 tahun

Aku menganggap usia 27 tahun adalah salah satu titik penting dalam hidup, yaitu masa-masa transisi, menuntut ilmu, mendapat pengalaman kerja dan menuju pemikiran yang jauh lagi, tentang masa depan. Aku banyak berefleksi di usiaku saat ini, banyak harapan yang muncul. Menjadi dewasa. Tidak hanya secara fisik, tapi secara mental maupun spiritual. Aku pun semakin mengenali diriku, paling tidak aku tahu kelemahan dan kelebihanku. Aku semakin tahu, tapi ada banyak pertimbangan untuk mewujudkan itu semua. Itu tantangannya. Ada banyak hal yang perlu dilakukan, pengalaman yang mengajarku, hikmat dan bijaksana yang membimbingku. Aku perlu kekuatan untuk merealisasikan, bukan tuan manapun di dunia ini. Dan aku harus berani mengatakan bahwa aku perlu Tuhan. Dia segalanya.

Anak Yang Meminta

Tadi ketika mau pergi ke terminal untuk pergi ke Salatiga, ditengah jalan saya melewati seorang anak kecil yang sedang duduk di pinggir emperan taman. Tanpa diduga ia selintas ngomong, meminta uang dariku "mas njaluk duite". Sempat kaget, lah kok bisa ya, seperti bukan seorang pengemis tapi tiba-tiba saja minta uang dari orang lewat. Kasihan juga melihat anak-anak yang belum bisa menikmati masa indahnya sebagai anak-anak, harus mencari uang bagaimanapun caranya. Apakah orang tuanya mengharap untuk menjadi seorang peminta? Saya pikir tidak, kondisi yang memaksanya untuk melakukan itu. Salahkah dia melakukan itu? Bagaimana agar anak itu bisa mengenyam masa-masa indahnya? Tanggung jawab siapa? Apa yang bisa dilakukan?

Belajar Renang

Beberapa hari yang lalu untuk ketiga kalinya aku menceburkan diri dalam kubangan air jernih setinggi 250cm. Tubuhku belum mengenal air lebih jauh. Tapi aku pikir tubuhku mau untuk mengenalnya. Tidak mudah untuk bisa menyatu dengan lingkungan, karna berada di kubangan air bukan jadi bagian utamaku. Takut ketika ku berada jauh dari teman-temanku *mereka kuanggap sebagai tim SAR jika aku mengalami hal-hal diluar kemampuan. Aku memberanikan diri untuk berkenalan dengan partikel air, bahkan ketika itu bisa membahayakan bagian tubuhku yang lain. Berada dalam posisi yang aku anggap aman *tangan bisa menjangkau pegangan besi tepi kolam. Mulai aku menikmati pengenalanku. Ternyata dia tidak sejahat yang aku kira. Aku mengapungkan diri meski beberapa kali harus segera menggapai besi pengaman itu. Tak hanya itu karena paniknya aku gak bisa mengendalikan tubuhku hingga harus berusaha menyelamatkan diri, aku terjerumus sendiri dan harus berusaha tenang untuk keluar dari kepungan itu. Berulang kali ...

Lihat mereka

Ini mau, beli.. Itu mau, beli.. Yang seperti itu, beli.. Enak jika membelanjakan uang yang ada, puas, barang yang diinginkan sudah berada dalam genggaman tangan. Uang hasil sendiri, untuk sendiri juga. Itupun masih saja kurang. Tapi lihat adikmu, kakakmu, orangtuamu, saudaramu.. Lihat mereka yang ada disana.. Mereka butuh, lebih butuh dari apa yang kamu butuhkan. Kamu bersisa, mereka ngepas bahkan kurang. Lihat orang-orang yang diemperan toko, mereka tidur beralas selembar kain atau koran, berbantal karung berisi kumpulan barang rongsok. Lihat mereka pakaian kumuh, berbaring tanpa tirai sesungguhnya. Apakah mereka pernah protes dan bertanya pada Tuhan-nya? Adilkah ini? Apakah mereka bertanya masih adakah orang yang menerimaku? Membantuku? Menjadi saudaraku? Mengupayakan aku untuk bisa mendapatkan pekerjaan, makan, minum, tempat tinggal secara layak? Bagaimana melihat kondisi seperti itu? Masihkah kurangkah apa yang sudah didapatkan? Bisakah memberikan sedikit bagian untuk mereka?...

Setiap detik bermakna

Apa yang telah kita alami dalam beberapa waktu lalu (satu detik / tiga detik / satu menit / lima menit / sepuluh menit / setengah jam / dua jam / satu hari / dua hari / beberapa hari) ? Seringkali kita tidak dapat 'merekam' beberapa peristiwa yang telah dialami. Menganggap semua hal biasa, tidak ada hal yang spesial dan penting. Coba pikirkan dan renungkan kembali, apa yang terjadi dalam hidup kita ini. Bagaimana kita bisa bertemu dengan orang lain? Adakah semuanya berjalan hanya dari kemampuan kita sendiri? Atau ada satu pusat yang menjadi kekuatan kita? Bagaimana kita bisa hidup hingga saat ini? Masih bisa makan, tertawa, bahagia, atau juga lapar, menangis, putus asa. Ya..semuanya indah...sangat...sangat indah...

Keinginan (antara kemampuan, kesempatan, keberuntungan)

Pernahkah terbayang jika apa yang kita harapkan pasti akan didapatkan. Senang, sukacita, bahagia, atau apalah itu namanya pasti akan dirasakan. Namun bagaimana jika itu tidak, kecewa, putus asa, menyalahkan, atau hal lainnya pasti dirasakan pula. Keinginan, pasti semua orang memilikinya. Keinginan (menurut saya) akan dapat diperoleh melalui beberapa faktor, salah tiganya (radha maksa ne bahasanya :D) adalah kemampuan, kesempatan, dan keberuntungan. Kemampuan. Dulu saya pernah punya keinginan untuk menulis sesuatu yang bisa dilihat orang lain. Tulisan yang berisi topik yang saya kuasai. Paling tidak memiliki sedikit kemampuan dalam beberapa bidang yang saya senangi. Dari sedikit kemampuan ini pada akhirnya saya telah memiliki media untuk menulis. Akhirnya apa yang saya inginkan terkabul. Dan karena sudah terbiasa secara tidak sadar akreditas menjadi naik menjadi agak banyak kemampuan :). Namun bagaimana jika ada orang merasa tidak punya kemampuan sama sekali? Bohong, sekali lagi pada...

Seperempat Abad Satu Plus Plus

Mengucap syukur atas segala hal, di 26 tahun ini. Usia yang tidak lagi muda, juga harus berpengaruh terhadap sikap, gaya hidup, pola hidup. Mencermati pengalaman yang lampau, banyak sekali yang harus dipelajari, ditingkatkan, bahkan juga diubah. Ada kata "menyesal", tapi apa guna harus disesali. Ada kata "bangga" yang berarti harus lebih ditingkatkan. Masih panjang, ini hanya sejengkal dari apa yang menjadi impianku, masih jauh dan masih tinggi tujuanku, tapi ku harus meraih itu. Puas??? Belum!!! Masih, dan akan terus. Ada kelelahan disaat-saat terakhir, tapi apakah harus berhenti. "Tidak! Itu hanya letih 'sementara'", kataku. Berjuang sampai titik darah penghabisan ( kayak pejuang aja ). Tapi benar aku adalah pejuang. Pejuang yang akan memberikan kemerdekaan. Tidak hanya aku sendiri, tapi orang lain juga. Mereka juga harus merasakan kemerdekaan itu. Biar tidak sia-sia perjuanganku. Minum vitamin, makan banyak, sering ketawa, dan berlatih kera...

Tiada manusia sempurna

Jujur, aku mulai tersadar bahwa tiada manusia yang sempurna. Seringkali kita mengharap sesuatu yang harus dipenuhi dari orang-orang yang kita kenal -teman, saudara, adik, kakak, atau orang terdekat lainnya. Lebih tepatnya menuntut. Menuntut mereka untuk melakukan yang diingini. Merasa menjadi manusia yang paling sempurna, melakukan segala hal dengan baik tanpa cacat cela. Juga menuntut orang-orang untuk melakukan yang sama persis dengan apa yang kita lakukan, atau bahkan lebih. Padahal mereka tidak berkompeten dalam hal itu, atau mungkin sebenarnya mereka melakukan dengan cara tersendiri. Dampak dari itu, kecewa. Menyalahkan mereka karena tidak dapat melakukannya dengan baik. Atau lebih parah lagi membeberkan perbuatan-perbuatan yang dianggap tidak menyenangkan kepada orang lain. Tentu saja hal ini menjadikan mereka 'tersayat'. Mendengar perkataan atau perlakuan yang menyakitkan. Mereka menjadi tidak senang, mereka juga bisa menjadi kecewa. Pada akhirnya kitapun merasakan demi...

Seperempat Abad

Tidak terasa aku hidup di dunia ini sudah dalam hitungan abad, seperempat abad. Satu abad sama dengan seratus tahun, maka seperempat abad adalah satu per empat dikali seratus sama dengan dua puluh lima. Genap usiaku dua puluh lima (25) tahun pada tanggal 20 Januari 2010. Pertanyaannya, apa yang telah dilakukan selama dua puluh lima tahun kebelakang? Okelah kalo begitu, tidak perlu untuk terlalu memikirkan tentang masa lalu, biarlah masa lalu menjadi pelajaran berharga. Mungkin saja usia segitu hanya sebagian dari perjalanan hidup, masih panjang waktu yang harus dilalui hingga pada akhirnya akan meninggalkan dunia fana ini. Biarlah kesalahan-kesalahan masa lalu tidak terulang dan sesuatu yang baik terus dikembangkan. Banyak yang harus dilakukan untuk saat ini dan masa depan. Berfikir 'dewasa'! Mengambil keputusan secara 'dewasa'! Bertindak secara 'dewasa'! Atau sesuatu yang nyata dilakukan: bekerja, berkeluarga. Kesemuanya adalah impian sederhana yang sangat mung...

Mereka? Aku!

Mereka punya pandangan mereka punya tujuan Mereka beri saran mereka bagi pengalaman Mereka mau berbagi mereka masih ber-hati Tetapi : Mereka hanya tahu dari luar mereka tak tahu secara benar Mereka tak tahu secara personal mereka hanya tahu secara universal Lalu ? Mereka bukan penentu mereka bukan pelaku Aku !

Melihat sebuah kesempatan

Sebagai warga negara yang baik :) , pukul 10.00 WIB tadi saya pergi ke samsat untuk mengurus pajak kendaraan bermotor (orang bijak taat pajak). Dan inilah untuk pertama kalinya motor yang sudah aku tunggangi hingga 5 tahun mengganti plat. Tidak seperti pada pajak tahunan yang hanya memasukkan fotokopi bpkb, ktp, stnk pada salah satu loket dan kemudian menunggu panggilan selanjutnya. Pada pembayaran kali ini ternyata harus melalui beberapa prosedur tambahan yaitu cek fisik kendaraan, dan pembelian formulir. Bukan masalah bagaimana prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor yang akan saya bicarakan disini, tetapi saya melihat ada sebuah pelajaran yang patut dijadikan bahan renungan kita bersama. Namun sebelumnya saya akan bercerita sedikit mulai dari awal hingga akhir proses pembayaran yang saya alami tadi. Pertama, setelah masuk diarea kantor dan memarkirkan kendaraan, ada orang yang mendatangi menawarkan jasa untuk membayarkan pajak. Kedua, untuk melakukan proses pembayaran ...

Mimpi yang luar biasa

Mimpi, dalam ungkapan yang sering didengar sebagai buah tidur. Buah kadang berasa manis, tapi juga ada yang asem, bahkan pahit, demikian pula mimpi. Beberapa waktu yang lalu saya pernah bermimpi, dan mimpi itu membuat saya terkagum "kenapa saya bisa sampai bermimpi seperti itu". Yah sederhana tapi mengandung makna yang tidak sederhana. Menggambarkan sesuatu yang luar biasa. Masih teringat kalau saya bermimpi mampu bertutur kata dengan kalimat-kalimat yang "seperti seorang pakar", dengan bahasa yang sulit dibayangkan secara nyata. Tidak bisa dibayangkan betapa luar biasanya otak kita mampu menampung berbagai macam pengetahuan yang kita terima dalam kehidupan, baik secara sadar maupun tanpa disadari. Nah kalau direnungkan sebenarnya manusia mempunyai potensi yang luar biasa (bisa dilihat dari penggambaran mimpi yang saya alami). Bahkan bisa terjadi lebih dari itu dan tergantung dari potensi dari si pemimpi. Selanjutnya tergantung bagaimana kita mengelola potensi yang ...

Mengapa kebahagiaan dicari???

Kebahagiaan adalah sesuatu yang didambakan oleh semua orang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), bahagia berarti keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan). Dalam mencari 'bahagia' orang melakukan banyak cara untuk mendapatkannya. Ia pikir dengan 'mencari' maka kebahagiaan itu akan didapat. Entah kebahagiaan bagi dirinya sendiri maupun kebahagiaan yang orang lain jugapun merasakannya. Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sebuah artikel yang cukup menarik, dan pada intinya artikel tersebut menyebutkan bahwa "Happy life is a string of happy moments." Aku terkagum dan merenungkannya. Sungguh benar bahwa kebahagiaan itu ada pada saat ini juga. Ketika kita mau mensyukuri dan menikmati segala berkat yang ada pada saat ini, itulah saat ketika mendapatkan suatu kebahagiaan. Kenapa harus mencari sebuah kebahagiaan tanpa merasakan kebahagiaan itu saat ini juga. Mari berbahagia...

Digebyur

Gebyur dalam istilah jawa berarti di siram dengan air. Hmmm.... Tak kuduga, tak kukira jika beberapa hari yang lalu digebyur. Peristiwa yang mengagetkan ketika sesuatu diluar sepengetahuan terjadi. Itu adalah suatu bentuk 'ikut merasakan' terhadap orang yang dikasihi :) Kadang kita harus mencoba untuk mengkaji lebih dalam maksud dan tujuan mereka melakukan hal yang diluar 'normal'. Salah-salah malah bisa terjadi permasalahan diluar skenario mereka. Maksud dan tujuan baik tapi malah direspon dengan yang 'tidak baik'. Wajar..lumrah memang kalau itu bisa terjadi. Tapi satu hal yang perlu diperhatikan lebih dalam adalah 'mereka mengasihi kita'. Terima kasih karena turut berbahagia... Terima kasih atas perhatian kalian teman-teman, mas-mas, mbak-mbak... Terima kasih..

Wisuda

Saat yang paling dinanti oleh seorang mahasiswa (dan tentunya orang tua) adalah wisuda. Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas. Tanggal 27 Juni 2009, UKDW mengadakan wisuda sarjana dan pasca sarjana. Selamat bagi wisudawan/i!!! Selamat menempuh dunia baru...dunia yang sesungguhnya... Inilah titik awal . . .

Satu peristiwa banyak hal

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Jumat, saya mendengar informasi bahwa saudara sepupu saya mengalami kecelakaan. Informasi yang membuat saya terkejut, seakan tidak percaya. Sayapun bertanya pada beberapa orang, apakah informasi itu benar. Dan memang benar. Saya pun bergegas untuk menuju rumah sakit, dimana saudaraku di rawat. Akhirnya sampai di rumah sakit X. Ku tanya ke penjaga, ruang saudaraku dirawat. Lalu ditunjukkannya ruang xxxx lantai 3. Disana tak kutemui warga ataupun keluarga yang disana. Tetap ku menunggu disana hampir satu jam tanpa kepastian... Lalu saya ditelfon rekan satu kampung, bahwa saudaraku telah dipindahkan di rumah sakit Y. Lalu sayapun bergegas kesana. Tiba disana saya pun disambut dengan pertanyaan yang tidak saya duga sebelumnya.. "Darahmu apa?", kujawab B, "Ayo ikut, butuh darah B". Tanpa pikir panjang sayapun menganggukkan kepala, menyetujui untuk diambil darah. Saat itu dibutuhkan tujuh orang untuk diambil darahnya. Dan akhirnya da...

Yudisium

Yudisium adalah suatu keputusan dimana seorang mahasiswa dinyatakan telah memenuhi berbagai macam persyaratan akademik dan administratif yang diwajibkan sehingga secara sah dinyatakan LULUS dan berhak memperoleh gelar kesarjanaan strata-1. Tanggal yudisium dapat dinyatakan sebagai tanggal resmi seorang mahasiswa dinyatakan lulus. Tanggal 27 Mei 2009, yudisium TI UKDW, dan secara resmi dinyatakan lulus, dan berhak menyandang gelar Sarjana Komputer. Selamat bagi rekan-rekan semua yang telah lulus, dan selamat menjalani dunia yang sesungguhnya. Siap bertarung dengan bekal yang sudah dimiliki selama kuliah. Gunakan ilmu yang sudah didapatkan untuk menopang kehidupan yang lebih baik. SELAMAT!!!

Akhir kuliah

Setelah melewati masa panjang selama berkuliah, pada akhirnya tanggal 24 April 2009 yang lalu saya menjalani masa penentuan dimana itulah saat-saat akhir dalam masa kuliah. Ya pendadaran... Dalam waktu satu setengah jam berada diruangan bersama empat dosen penguji, saya merepresentasikan apa yang telah saya buat selama dua semester. Selama dua semester itu saya diarahkan oleh dua dosen pembimbing. Nasehat, saran, bimbingan yang akhirnya membuat diriku semakin bersemangat untuk dapat menyelesaikannya. Tidak hanya dalam aspek edukasi saja tetapi ternyata bimbingan moral yang membuat diriku semakin terpacu. SEMANGAT!!!SEMANGAT!!!SEMANGAT!!! kata yang sering ku dengar dari dosen pembimbingI (NAH). Yah...motivasi yang membuat diriku semakin yakin bahwa saya sanggup menyelesaikannya... Akhirnya terselesaikan juga.. Tiba saatnya pukul 14.00 WIB tanggal 24 April 2009, yang kata orang moment paling 'mengerikan', pendadaran.. Masuk ruangan - persiapan viewer - dosen datang - berdoa - pre...

Full day

Huuffff.... Minggu yang penuh aktifitas.... Tenaga terkuras, meskipun aktifitas yang dilakukan tidak memakan banyak tenaga.... Hingga pada akhirnya, aku flu... Ku beli obat, ternyata hari itu aku belum juga sembuh. Ku berencana berobat saja di poliklinik kampus, gratis gitu loh (eitss udah bayar ama uang semester ding).... Berharap sakitku sembuh. Namun, istirahatlah obat yang paling mujarab, pikirku. Sempat terbesit dalam pikiran, bagaimana ketika aku bekerja nanti... Pastinya satu hari penuh dihabiskan ditempat kerja...belum lagi kalau ada aktifitas lain diluar pekerjaan, bisakah membagi waktuku... Sekali lagi masalah waktu... begitu kompleks... huffff.....

Kekalahan dari dalam

Sugesti berarti suatu proses psikologi dimana seseorang bisa atau mampu untuk mengarahkan pikiran, perasaan dan tingkah laku orang lain ( Wikipedia ). Sugesti mempengaruhi seseorang sehingga menerima pikiran dan keyakinan tanpa bersikap kritis. Sugesti dapat membawa dampak positif namun juga membawa dampak yang negatif. Berdampak positif ketika sugesti dapat merubah seseorang menjadi lebih baik, berdampak negatif ketika merubah menjadi sesuatu yang tidak baik. Beberapa waktu yang lalu saya mengalami sesuatu yang menyebabkan kekalahan fisik pada diri saya. Entah apakah itu yang disebut sugesti atau bukan, yang pasti kekalahan tersebut berasal dari dalam diri sendiri, ketakutan yang berlebihan disertai pikiran yang menjatuhkan. Kondisi fisik tiba-tiba saja menjadi lemah, keringat dingin keluar, wajah pucat, dan kaki tak berdaya menopang tubuh. Sungguh peristiwa yang saya sendiri pun tidak mengerti, mengapa hal itu bisa terjadi. Belajar dari hal tersebut, ternyata sumber kekalahan adalah ...