Postingan

79 KM

Gambar
Terasa sudah biasa melakukan perjalanan jarak jauh melebihi lima puluh kilometer. Jogja (rumah) s.d. Solo (kos) menempuh jarak 79 km. Secara matematis jika jarak tempuh 79 km dan dilaju dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam, maka waktu yang ditempuh adalah 1,32 jam. Secara riil perhitungan matematis bisa dianggap tidak berlaku, karena harus melalui beberapa hambatan misal kemacetan, berhenti karena lampu lalu lintas sehingga waktu yang dilalui akan bertambah lama. Perjalanan yang saya tempuh tadi memakan waktu kira-kira 2 jam, padahal ketika berada di jalan yang baik saya akan memutar kecepatan hingga 70-85 km/jam, hanya saja keramaian jalan menghambat laju kendaraan. Pada akhirnya, sebenarnya, kesimpulannya :-) saya menikmati perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. --ga nyambung--

Jogja 27 Oktober Malam

Gambar
Menjelang akhir bulan Oktober saya pulang Jogja, meskipun uang yang didompet hanya dua lembar saja :) Sebenarnya saya tidak ada ada rencana untuk pulang pada tanggal 27 kemarin, hanya saja saudara kebetulan berkunjung ke Jogja jadi saya berniat untuk bertemu meskipun hanya sebentar. Selain itu beberapa hari yang lalu juga, saya mendapat kiriman SMS untuk mengambil surat jalan kendaraan resmi yang dikeluarkan samsat, jadi agak sedikit lega karena sebelumnya saya hanya membawa surat jalan yang dikeluarkan dari dealer. Tidak tahu kenapa beberapa waktu ini saya senang sekali untuk mencari dan mendokumentasikan tempat-tempat ataupun event-event yang menarik. Karena kemarin malam ada di Jogja, saya mempunyai pikiran untuk pergi ke kota melihat suasana malam di titik 0 km, dan daerah sekitarnya. Aje gile... Padat sekali di titik 0 km, orang berjubel, kendaraan berlalulalang. Sepertinya banyak turis lokal yang berkunjung ke kota Jogja, dan kebanyakan adalah orang-orang muda yang masih bers...

Refreshing Sejenak Ke Taman Balekambang

Gambar
Tadi siang kurang lebih pukul 14.15 WIB saya meluangkan waktu sejenak untuk berkunjung ke Taman Balekambang, Surakarta, Jawa Tengah, lokasinya tidak jauh dari stadion Manahan Solo. Ini untuk ketiga kalinya (kalau tidak salah) berkunjung ke taman ini. Kali ini bertepatan juga dengan hari ulang tahun Taman Balekambang yang ke-91, juga digelar pasar seni selama empat hari mulai tanggal 25-28 Oktober 2012. Mungkin saya kurang beruntung ya :) karena siang tadi ketika berkunjung tidak banyak barang / pertunjukan seni yang dipertontonkan. Hanya beberapa kios saja yang masih buka dan hanya beberapa 'barang seni' yang terlihat. Saya hanya lihat sambil jalan langsung melewati kios dan menuju ke taman air. Ada beberapa orang yang sedang mancing berjejer di taman, mungkin saat itu ada perlombaan memancing. Ada juga perahu air (sepertinya kurang tepat dengan nama ini) yang berjejer di tepi kolam menunggu pengunjung untuk menaiki kendaraan ini mengitari kolam taman Partini Tuin. Setel...

Ngamen Lagu Rohani: Strategi Bisnis?

Kemarin malam saya bersama teman-teman makan di tempat makan yang berada pada pinggir jalan kota. Sebelum makanan datang kami ngobrol bersama, berdiskusi tentang pekerjaan dan dampaknya bagi masyarakat :-), ketika kami ngobrol tidak lama kami didatangi beberapa peminta dan penyanyi jalanan. Ada yang beda dan mungkin juga baru pertama kalinya saya mendengar penyanyi jalanan membawakan lagu dengan nyanyian rohani. Bagi kami ini sesuatu yang berbeda dan kami pikir ini suatu bentuk kesaksian bagi para penyanyi jalanan. Kami saling tengok, dan teman saya berkata "Lah ini...", lalu teman saya merogoh koceknya, membuka dompet, dan mengambil doku untuk diberikan. Menurut kesaksian beberapa teman saya, mereka ada yang pernah juga melihat para penyanyi jalanan menyanyikan lagu rohani di beberapa tempat makan di kota besar. Tidak tanggung-tanggung pendengar memberikan 'penghargaan' yang cukup besar dalam setiap 'konsernya', dan katanya jika ditotal hasil yang didapat...

Hello World!

Profesi saya hingga sekarang adalah sebagai programmer. Membaca kalimat "Hello World!" adalah hal yang sangat tidak asing. Kalimat ini sering muncul ketika memelajari bahasa pemrograman apapun. Memunculkan kalimat "Hello World!" selalu diajarkan pertama kali. Simpel dan sangat mudah, paling tidak mengasumsikan bahwa belajar bahasa pemrograman hal yang mudah dan menyenangkan :-) Ternyata kalimat "Hello World!" tidak hanya muncul dalam bahasa pemrograman saja, sepertinya hal yang berkaitan dengan komputer akan menggunakan kalimat ini pada awal pembuatan, contoh saja media blog, di awal post biasanya akan ada artikel yang berjudul "Hello World!". Sebagai programmer, jujur saya tidak bisa 'hidup' hanya dengan indahnya sintaks-sintaks bahasa pemrograman ataupun mesin (baca:komputer) yang selalu setia menemani sepanjang waktu. Meskipun mesin yang saya punya selalu menjadi sahabat setia bahkan kekasih tercinta yang selalu menemani di kala duka...

Touring Refreshing, Candi Gedong Songo

Gambar
Pada tulisan sebelumnya , saya pernah bercerita tentang kendaraan baru yang saya miliki. Untuk kedua kalinya Immanuelo dibawa touring ke luar kota, Solo-Salatiga (sebelumnya Jogja-Solo). Namun tidak hanya dikota ini saja, perjalanan dilanjutkan ke tempat wisata yakni Candi Gedong Songo yang terletak di daerah Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Kali ini wisata dadakan, karena tujuan wisata baru ditetapkan ketika berada di Salatiga, itupun menggunakan fasilitas pencarian Google, dengan kata kunci 'tempat wisata salatiga'. Dan akhirnya menemukan tempat yang indah, sebuah candi yang terletak di lereng pegunungan, Candi Gedong Songo. Saya beserta adik saya akhirnya menuju tempat itu. Dengan Immanuelo saya menikmati perjalanan ini, melewati jalan yang berkelok, naik dan turun. Menyenangkan sekali berkendara melewati jalan seperti ini, bermain gigi persneling, bermain gas naik turun pula, dan juga mendahului kendaraan-kendaraan lainnya seraya seorang rider. Setelah perjalanan k...

Selamat Datang Immanuelo

Gambar
Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis kekecewaan dengan pramex ( lihat tulisan sebelumnya ). Namun dengan kekecewaan tersebut lantas saya membanting stir dengan memakai kendaraan yang lain? Tidak. Sebenarnya saya masih menikmati alat transportasi yang satu ini, meskipun sekarang tidak senyaman dulu. Hanya dengan waktu satu jam saja sudah sampai ditujuan, bandingkan saja jika harus naik bis atau kendaraan darat lainnya. Immanuelo Di Gelap Malam O ya perlu diketahui bahwasannya sekarang saya sudah memiliki kendaraan bermotor roda dua sebagai sarana transportasi saya, yang saya beli di Jogja, dan kemungkinan juga akan menggantikan pramex sebagai sarana transportasi dari Solo ke Jogja atau sebaliknya :) Bukan karena kekecewaan seperti yang sudah disebutkan diatas, tetapi ini adalah rencana saya untuk memiliki kendaraan bermotor pribadi sejak beberapa bulan terakhir ini. Keinginan untuk memiliki karena terdorong untuk mendapat pengalaman lebih di daerah Solo dan sekitarnya, pa...

Tukang Sayur Gaul

Pagi hari ketika saya berangkat ke kantor, saya beberapa kali menjumpai tukang sayur keliling yang menjajakan dagangannya ke ibu-ibu rumah tangga. Ada yang beda dengan tukang sayur biasanya, kali ini yang berjualan adalah pria muda dengan membawa motor laki keluaran baru (dua atau tiga tahun terakhir). Saya juga mendengar bagaimana dia menjajakan dagangannya dengan suara lantang tapi khas. Gayanya menawarkan dagangannya ke ibu-ibu, termasuk cara berkomunikasinya. Dengan caranya yang demikian, ternyata membuat para ibu rumah tangga lebih tertarik untuk membelinya. Saya melihat pendekatan tukang sayur dalam menjajakan dagangannya. Beliau tidak sekedar menjual dagangan dengan sarana apa adanya, tetapi ada apanya :) Beliau memanfaatkan media guna mendapatkan hasil yang maksimal. Patut ditiru untuk setiap orang yang akan membuka usaha (bahkan yang tidak memunyai usaha sendiri a.k.a karyawan). 'Beda', saya pikir inilah kuncinya, kreatif dan inovatif.

Sedikit Kecewa dengan Layanan Kereta Pramex

Gambar
Saya sebagai pelanggan setia pramex (Prambanan Express) Jogja-Solo (paling tidak satu bulan sekali) merasa kecewa dengan layanan yang diberikan oleh dinas perkeretaapian. Bagaimana tidak jadwal pramex yang dulu cukup banyak sekarang beberapa jadwal keberangkatan ditiadakan. Beberapa jadwal keberangkatan digantikan dengan adanya kereta manja (Madiun Jaya AC) yang harganya dua kali lipat dari harga tiket pramex. Di awal-awal memang kereta manja cukup nyaman, karena setiap penumpang pasti akan mendapat tempat duduk sesuai nomor kursi pada tiket yang telah dibeli, namun untuk saat ini kereta manja pun terdapat tiket berdiri (tidak dapat tempat duduk) dengan harga normal dua puluh ribu rupiah. Saya juga sempat merasakan dapat tiket berdiri. Menurut saya kereta manja sekarang tidak ada bedanya dengan pramex, adanya AC hanya sebuah label saja, tidak ada bedanya jika di dalam tetap saja berdiri. Sekarangpun pengguna pramex semakin banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk jadwal...

Pijat Keber

Di daerah solo ada jasa pemijatan di emper pinggiran toko. Biasa mereka buka praktek pukul 18.00 WIB dengan cara memasang tenda sementara yang sederhana, ya sebatas bisa digunakan untuk membaringkan tubuh dan ruang untuk memijat pasien. Beberapa diantaranya memberikan tulisan di tendanya 'ahli pijat syaraf, menghilangkan capek, letih lesu, dsb', namun ada juga yang tidak. Ternyata tidak hanya kaum pria (bapak) saja yang membuka praktek, ternyata kaum wanita (ibu) pun ada yang membuka praktek pemijatan seperti ini. Ha... Karena penasaran dengan kualitas pemijatan itu, akhirnya saya mencobanya ditemani sahabat saya. Pertama kami bertanya harga, "Pak harganya berapa?".  "Tiga puluh ribu", jawabnya. Kami kemudian menawarnya, "Gimana kalau dua puluh lima ribu Pak?". "Ah sudah biasanya mas, masak pakai tawar menawar.", jawab bapak pemijat itu. Ehhmmm setelah pikir beberapa saat, akhirnya saya mengiyakan "Ya sudahlah mau.", kemudia...

Belajar Cinta

Aku pernah beranggapan bahwa cinta adalah sesuatu yang sepele, semua pasti dengan mudah memiliki dan bisa melakukannya. Anggapan itu aku pegang sampai beberapa waktu hingga aku sadar bahwa itu salah. Cinta adalah sebuah proses, cinta juga butuh belajar, cinta juga adalah sebuah pilihan. Mencintai dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan dan dengan segenap akal budi. Kemudian mengekspresikannya dalam pikiran, perkataan, juga dalam perbuatan.

Saya Tidak Marah

Beberapa hari yang lalu, ketika selesai mengikuti suatu acara saya menunggu di jemput oleh saudara saya. Saya bersedia menunggu karena saat itu beliau berkata sanggup untuk menjemput dan mengantar saya untuk kembali. Ketika saya hubungi kembali beliau berkata "Bisa, ya nanti jam satu", saya setuju karena saat itu jam jadwal keberangkatan kereta pukul setengah dua siang. Akhirnya saya menunggu beberapa waktu di warung internet, sembari mencari beberapa resource. Setelah saya hubungi kembali ternyata beliau akan bisa menjemput jam setengah dua padahal saat itu sudah jam satu lebih seperempat. Saya berusaha tidak marah, meskipun saat itu merasa jengkel sekali. Akhirnya saya memutuskan tidak menunggunya dan pulang sendiri. Saya bersyukur, saya bisa meredam emosi, meskipun saya memutuskan untuk pulang sendiri. Hal ini saya lakukan supaya saya mengajarkan beliau juga untuk menghargai orang lain. Saya tidak marah, saya memaklumi, karena dia juga pada saat itu sedang bekerja. Saya ...

Rotinya Mas

Ketika selesai mengikuti acara, saya menunggu jemputan di salah satu tempat duduk di dekat tempat parkir. Tiba-tiba ada dua ibu yang hendak lewat di depanku, "Permisi Mas...", katanya. "Iya mari Ibu...", jawabku. Ternyata kedua ibu itu hendak duduk di samping bangku dekat saya. Eee.. tiba-tiba saja mereka menawarkan makanan ke saya, "Mas mau roti?". Tidak pikir panjang lagi saya menganggukkan kepala dan langsung saja menerima roti itu, "Terima kasih Bu..", jawabku. Ternyata masih ada orang baik di dunia ini :D Alangkah indahnya hidup berbagi, bahkan dengan orang yang belum pernah dikenal sekalipun.

Etis???

Jumat kemarin, ketika saya sedang naik kereta dalam perjalanan pulang ke kampung halaman, saya bertemu dengan seorang pria muda. Sebelum ngobrol dengan saya, saya sempat mengamati gerak-geriknya. Saat itu dia mempersilahkan seorang pemudi yang ketika itu dalam posisi berdiri karena tidak kebagian tempat duduk di dalam kreta. Saya pikir pemuda ini mempersilahkan duduk karna dia adalah seorang perempuan muda yang cantik. Tidak berapa lama dia mendekati saya dan sejenak berbicara kepada saya. Ya pertanyaan umum, mau pulang atau sedang mau berangkat, rumahnya mana, kerja dimana, dulu sekolah dimana, dan blablablabla... Tiba-tiba dia juga berkata kepada saya, "Coba seandainya pihak perkeretaapian memberlakukan semua penumpang dilarang untuk membuka gadget ketika dalam perjalanan?". "Lo emang kenapa", tanyaku. "Iya tidak etis saja. Coba saja seandainya mereka tidak membuka gadgetnya, dan memperhatikan sekelilingnya. Alangkah indahnya hidup ini. Bisa menegur orang ...

Dinamika Hidup

Jangan pernah lewatkan kesempatan yang ada saat ini. Ketika bertemu dengan siapapun, ketika berada dimanapun, ketika dalam waktu kapanpun, ketika menjumpai apapun, ketika dalam kondisi bagaimanapun. Nikmati hidupmu ini. Waktu tidak pernah akan kembali, kesempatan tidak akan terulang. Cintailah orang yang mencintaimu, tetapi cintailah juga orang yang membencimu. Bersukacitalah bersama orang yang bersukacita, tetapi hiburlah orang yang berdukacita sehingga iapun bersukacita. Tertawalah terhadap orang yang mau tertawa bersama, tetapi berikan senyum manis kepada orang yang mungkin tidak mau tertawa bersamamu. Menangislah kalau memang perlu. Berteriaklah kalau memang harus. Mengeluhlah jika memang terpaksa. Berusahalah Berdoalah

Plesir ke Batu

Selama dua hari ini saya bisa menikmati lingkungan kota Batu, Malang, Jawa Timur. Tidak semua tempat saya kunjungi, tapi cukup banyak juga aktivitas yang saya lakukan disana bersama teman-teman. Dilihat dari lokasinya, memang daerah ini sangat cocok sebagai daerah tujuan wisata. Saya kurang paham secara geografis tapi saya tahu kalau Batu berada di atas kota Malang. Saya lihat ada beberapa gunung yang mengapit kota batu, Gunung Arjuno, Gunung Bromo. Daerah yang sejuk (dingin) yang juga cocok buat beberapa tumbuhan atau buah untuk tumbuh disana. Di beberapa tempat juga saya lihat banyak sekali villa disana. Sangat cocok juga buat tempat retreat. Banyak juga tempat wisata, entah ada berapa tempat wisata disana, yang saya tahu (ingat) ada Batu Secret Zoo (Jatim Park 2), Jatim Park 1, BNS (Batu Night Spectacular), Payung, Panderman, dan banyak lagi. O ya kalau belum sempat mengunjungi tempat-tempat wisata lain, paling tidak harus mengunjungi alun-alun kota Batu, disana ada feris wheel, me...

27 tahun

Aku menganggap usia 27 tahun adalah salah satu titik penting dalam hidup, yaitu masa-masa transisi, menuntut ilmu, mendapat pengalaman kerja dan menuju pemikiran yang jauh lagi, tentang masa depan. Aku banyak berefleksi di usiaku saat ini, banyak harapan yang muncul. Menjadi dewasa. Tidak hanya secara fisik, tapi secara mental maupun spiritual. Aku pun semakin mengenali diriku, paling tidak aku tahu kelemahan dan kelebihanku. Aku semakin tahu, tapi ada banyak pertimbangan untuk mewujudkan itu semua. Itu tantangannya. Ada banyak hal yang perlu dilakukan, pengalaman yang mengajarku, hikmat dan bijaksana yang membimbingku. Aku perlu kekuatan untuk merealisasikan, bukan tuan manapun di dunia ini. Dan aku harus berani mengatakan bahwa aku perlu Tuhan. Dia segalanya.

Anak Yang Meminta

Tadi ketika mau pergi ke terminal untuk pergi ke Salatiga, ditengah jalan saya melewati seorang anak kecil yang sedang duduk di pinggir emperan taman. Tanpa diduga ia selintas ngomong, meminta uang dariku "mas njaluk duite". Sempat kaget, lah kok bisa ya, seperti bukan seorang pengemis tapi tiba-tiba saja minta uang dari orang lewat. Kasihan juga melihat anak-anak yang belum bisa menikmati masa indahnya sebagai anak-anak, harus mencari uang bagaimanapun caranya. Apakah orang tuanya mengharap untuk menjadi seorang peminta? Saya pikir tidak, kondisi yang memaksanya untuk melakukan itu. Salahkah dia melakukan itu? Bagaimana agar anak itu bisa mengenyam masa-masa indahnya? Tanggung jawab siapa? Apa yang bisa dilakukan?

Belajar Renang

Beberapa hari yang lalu untuk ketiga kalinya aku menceburkan diri dalam kubangan air jernih setinggi 250cm. Tubuhku belum mengenal air lebih jauh. Tapi aku pikir tubuhku mau untuk mengenalnya. Tidak mudah untuk bisa menyatu dengan lingkungan, karna berada di kubangan air bukan jadi bagian utamaku. Takut ketika ku berada jauh dari teman-temanku *mereka kuanggap sebagai tim SAR jika aku mengalami hal-hal diluar kemampuan. Aku memberanikan diri untuk berkenalan dengan partikel air, bahkan ketika itu bisa membahayakan bagian tubuhku yang lain. Berada dalam posisi yang aku anggap aman *tangan bisa menjangkau pegangan besi tepi kolam. Mulai aku menikmati pengenalanku. Ternyata dia tidak sejahat yang aku kira. Aku mengapungkan diri meski beberapa kali harus segera menggapai besi pengaman itu. Tak hanya itu karena paniknya aku gak bisa mengendalikan tubuhku hingga harus berusaha menyelamatkan diri, aku terjerumus sendiri dan harus berusaha tenang untuk keluar dari kepungan itu. Berulang kali ...

Lihat mereka

Ini mau, beli.. Itu mau, beli.. Yang seperti itu, beli.. Enak jika membelanjakan uang yang ada, puas, barang yang diinginkan sudah berada dalam genggaman tangan. Uang hasil sendiri, untuk sendiri juga. Itupun masih saja kurang. Tapi lihat adikmu, kakakmu, orangtuamu, saudaramu.. Lihat mereka yang ada disana.. Mereka butuh, lebih butuh dari apa yang kamu butuhkan. Kamu bersisa, mereka ngepas bahkan kurang. Lihat orang-orang yang diemperan toko, mereka tidur beralas selembar kain atau koran, berbantal karung berisi kumpulan barang rongsok. Lihat mereka pakaian kumuh, berbaring tanpa tirai sesungguhnya. Apakah mereka pernah protes dan bertanya pada Tuhan-nya? Adilkah ini? Apakah mereka bertanya masih adakah orang yang menerimaku? Membantuku? Menjadi saudaraku? Mengupayakan aku untuk bisa mendapatkan pekerjaan, makan, minum, tempat tinggal secara layak? Bagaimana melihat kondisi seperti itu? Masihkah kurangkah apa yang sudah didapatkan? Bisakah memberikan sedikit bagian untuk mereka?...